Siswi SMP Jadi Korban Perundungan, Dikeroyok Usai Saling Ejek
Berdasarkan video berdurasi 2 menit 42 detik yang viral di media sosial. Tampak siswi berbaju hijau berinisial MA itu dirundung dengan cara dikeroyok oleh sejumlah siswi Sekolah dasar.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Seorang siswi lagi-lagi menjadi korban perundungan. Kali ini korbannya adalah seorang siswi SMP di Kecamatan Ujung Lowe, Kabupaten Bulukumba.
Siswi SMP itu diduga mendapatkan perundungan oleh sejumlah siswi Sekolah dasar. Berdasarkan video berdurasi 2 menit 42 detik yang viral di media sosial. Tampak siswi berbaju hijau berinisial MA itu dirundung dengan cara dikeroyok oleh sejumlah siswi Sekolah dasar.
MA dipukul, didorong, ditampar hingga berulang kali terjatuh dilantai, bahkan di akhir video celana MA sudah melorot hingga pakaian dalam bagian bawahnya terlihat.
Atas kejadian itu Orang tua MA, mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bulukumba. Ia menyertakan surat visum dari RSUD H.A.Sulthan Dg Radja Bulukumba.
"Kami sudah laporkan atas pengeroyokan ini. Hasil visum dari rumah sakit juga sudah dibawa ke polres," singkatnya ketika dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).
Menurut orang tua korban berinisial SU, kejadian tersebut terjadi di SD yang berada dekat dari rumahnya. MA dibully karena saling ejek.
"Baku ejek-ejek terus mereka keroyok anak saya," tukasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Bayu Wicaksono membenarkan adanya laporan tersebut, oleh korban MA bersama orang tuanya, pada Rabu (8/9/2021).
Ia menerangkan bahwa perundungan ino terjadi pada 26 Agustus 2021 lalu, sekira pukul 16.00 Wita. Namun, mantan Kasat Lantas Polres Takalar itu belum mengetahui apa modus perundungan tersebut.
"Kita akan panggil saksi, korban dan orang tuanya terlebih dahulu untuk memastikan kasus ini," kata Bayu Wicaksono.
Sementara itu, turut dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Bulukumba, Akhmad Januaris mengaku sudah turun tangan dan telah menyarankan agar kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan, sehingga tidak perlu berlanjut keranah hukum
"Kita lakukan mediasi antara orang tua korban dengan keluarga pelaku. Kami berharap persoalan itu dapat segera terselesaikan karena mereka semua katanya masih satu keluarga," pungkasnya.
