TATOR, PEDOMANMEDIA - Ketua Satuan Pemuda Mahasiswa Pancasila (Sapma) PP Tana Toraja Theofilus Patu' Rerung menyayangkan Puskesmas Makale yang menutup pelayanan pada Minggu 5 September kemarin.
Dia mengatakan, penyakit tidaklah mengenal waktu, setiap saat penyakit atau peristiwa kecelakaan bisa saja menimpa warga. Olehnya mengapa dalam Permenkes 43 Tahun 2019, Puskesmas diminta untuk responsif.
Menurutnya Puskesmas tidak seharusnya tutup, pelayanan di UGD harus dibuka dengan minimal dijaga oleh perawat dan seorang dokter.
"Coba penyakit itu bisa libur, ya saya rasa tidak ada masalah kalau puskesmas juga ikut libur. Makanya sangat disayangkan jika puskesmas ini tidak beroperasi memberi pelayanan kepada masyarakat (tutup) apalagi di tengah-tengah maraknya pandemi virus Covid-19," terangnya Senin (6/9/2021).
Atas dasar itu pria yang kerap disapa bung Theo itu meminta kepada Bupati Tana Toraja untuk memberikan teguran, baik pada Kadis Kesehatan, ataupun Kepala Puskesmas Makale yang membiarkan kejadian itu terjadi. Jangan sampai Kata Dia, itu terus berlanjut dan memunculkan stigma Hari Minggu tidak boleh sakit.
"Saya selaku ketua SAPMA PP Tana toraja, meminta kepada Bupati Tana Toraja untuk memberikan teguran kepada Kadis Kesehatan Tator dan terlebih kepada Puskesmas yang tutup. Jika ini terjadi terus-menerus maka masyarakat selalu jadi korban," ujarnya.
Diketahui hingga berita ini dinaikkan pihak puskesmas dan dinas kesehatan belum dapat dihubungi. Sehingga belum diketahui apa alasan sebenarnya mengapa Puskesmas Makale tidak membuka pelayanan pada hari Minggu.
BERITA TERKAIT
-
RI Patut Waspada, COVID-19 Kini Meledak di Thailand Hingga 65 Ribu Kasus
-
Covid-19 Melesat Lagi di Singapura-Thailand, Indonesia Waspada
-
Covid-19 Naik Lagi, Jokowi: Wajib Masker Belum Perlu Diterapkan
-
Covid di RI Naik Lagi, Pemerintah akan Terapkan Vaksin Booster Ketiga
-
Singapura Dihantam Gelombang Baru Covid-19, Indonesia juga Naik 80%