Jumat, 23 Oktober 2020 13:57

Ramai-ramai Timbun Emas, Harga akan Tetap di Atas Rp 1 Juta Sampai 2021

Ilustrasi
Ilustrasi

Sampai 2021 harga emas masih akan berada di kisaran Rp 1 juta ke atas. Emas tidak akan turun signifikan karena memberi jaminan investasi yang lebih baik di pasar global.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Harga emas diperkirakan masih akan berada di level tinggi sampai 2021. Situasi ini sulit berubah karena tekanan ekonomi global yang menyebabkan investor dominan memilih menimbun emas daripada mata uang.

"Investor masih memilih opsi menimbun emas daripada mata uang. Mata uang seperti dollar mudah tertekan karena situasi ekonomi yang tak menentu. Tapi emas memberi jaminan yang lebih baik," ujar Devianti Anastasi, peneliti ekonomi global, Jumat (23/10/2020).

Menurut Devi, sampai 2021 harga emas masih akan berada di kisaran Rp 1 juta ke atas. Emas tidak akan turun signifikan karena memberi jaminan investasi yang lebih baik di pasar global.

Baca Juga

Ini juga dipengaruhi oleh pilihan investor. Sebab kata Devi, kemerosotan ekonomi akibat pandemi, berpengaruh besar pada nilai investasi mata uang. Perhiasan menjadi alternatif yang dianggap lebih kebal krisis.

"Dan itu terlihat dalam 5 bulan ini. Emas tetap kokoh sebagai komoditi investasi. Mungkin ini akan bertahan sampai 2021," papar Devi.

Sementara itu dilansir dari Reuters, Jumat (23/10/2020), Refinitiv Metal Research memprediksi para investor akan menimbun emas untuk menjaga harga tetap tinggi.

Per Agustus 2020, harga emas mendekati rekor tertinggi yakni US$ 2.072,5 per troy ounce (toz) karena sejumlah investor di Eropa dan Amerika Utara menimbun aset emasnya untuk mempertahankan harga emas tetap tinggi, meski pandemi usai.

Padahal, harga emas tinggi dan juga dampak lockdown telah meruntuhkan penjualan perhiasan emas di Asia. Pasar perhiasan di Asia ini punya peran besar dalam menyerap emas batangan.

Refinitiv mencatat, permintaan perhiasan akan turun 31% atau 1.327 ton di tahun 2020 ini, dan hanya 1.447 ton di 2021. Sementara, permintaan emas dari bank sentral juga akan turun menjadi 312 ton tahun ini, dan hanya 385 ton di tahun depan.

Direktur Refinitiv Cameron Alexander mengatakan, investor akan terus berupaya menutupi penurunan permintaan dari publik menggunakan dana yang diperdagangkan di bursa Exchange Traded Fund (ETF). Di tahun ini, tercatat investor sudah menimbun 1.205 ton emas, atau tiga kali lipat dari jumlah pada tahun 2019, dan diprediksi meningkat menjadi 1.362 ton pada tahun 2021.

Selain itu, pembelian emas eceran dan koin akan turun hingga 6% di tahun 2020 menjadi hanya 917 ton. Namun, di 2021 akan naik 13% menjadi 1.039 ton.

Harga emas rata-rata akan berada di level US$ 1.890 per toz tahun depan. Namun, kemungkinan harga berubah masih sangat tinggi.

Editor : Muh. Syakir
#Harga Emas #Investasi Emas #Ekonomi Global
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer