Tambah 6 Juta Dosis, Total Indonesia Sudah Datangkan 208,7 Juta Vaksin
Dengan masuknya 6 juta dosis vaksin itu, total Indonesia menempati peringkat ke 7 negara pemesan vaksin terbanyak. Dengan total 208,7 juta dosis vaksin.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia Kembali Mendatangkan 6 Juta Sinovac dan Aztrazeneca, dengan tambahan itu total Vaksin yang telah didatangkan Indonesia sudah mencapai 208,7 Juta dosis, Sabtu (28/8/2021).
Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara COVID-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam keterangannya, dilansir dari detik.com, mengatakan jika pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin guna mengamankan stok vaksin COVID-19 bagi masyarakat.
Bambang menjelaskan berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 26 Agustus 2021 dari 34 Provinsi hanya satu provinsi yang stok vaksinnya di bawah 14 hari.
"Dengan hadirnya kedua vaksin tersebut, berarti Indonesia sudah kedatangan vaksin COVID-19 sebanyak 208,7 juta dosis," ujarnya.
Dia menyebut hingga saat ini jumlah vaksin yang telah terdistribusi sebanyak 123.256.044. Dari jumlah tersebut CoronaVac 1 dosis sebanyak 3 juta dosis, vaksin COVID-19 Bio Farma sebanyak 89.366.140 dosis, AstraZeneca sebanyak 15.982.584 dosis, Moderna sebanyak 7.558.810, CoronaVac 2 dosis sebanyak 6.848.644 dosis, dan Sinopharm dari hibah 499.866 dosis. Adapun total vaksin yang terdistribusi selama periode 1-26 Agustus 2021 mencapai 36.631.654 dosis.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi. menyambut baik posisi Indonesia yang menduduki peringkat 6 dunia dalam hal jumlah orang yang telah divaksin dan posisi ke 7 dunia dalam hal jumlah dosis vaksinasi. Diketahui sampai saat ini sudah lebih dari 92.8 juta penduduk indonesia yang divaksin dua kali maupun satu kali. "Bagus dan harus dilanjutkan," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai lokasi vaksinasi perlu diperluas. Selain itu dibutuhkan perbaikan dalam koordinasi penghitungan kebutuhan, pengiriman, dan distribusi vaksin. Soal masyarakat yang enggan divaksin, Prof Miko mengingatkan agar jangan menunggu terpapar baru menyadari pentingnya vaksinasi COVID-19.
"Jangan sampai menyesal kalau kena COVID-19, masuk ICU atau meninggal. Ekonomi dan masa depan keluarga yang ditinggalkan akan parah, kita masih pandemi," terangnya.
