Kamis, 22 Oktober 2020 14:35

Tator di Tangan Theo-Zadrak: Program Multisektor, Bawa Lembang Mandiri (3)

Pasangan Theo-Zadrak
Pasangan Theo-Zadrak

Theo melihat beberapa faktor yang tak berkembang. Pertama sektor pertanian. Pertanian masih miskin inovasi. Para petani di desa sebagian besar bekerja secara konvensional. Padahal, Tator memiliki komoditas pangan yang melimpah.

PASANGAN Theo-Zadrak menitikberatkan program pada kualitas pelayanan di berbagai sektor. Dari mendorong sumber daya alam, sampai menuju kemandirian lembang.

"Karena kita sadari lembang punya peran penting dalam pembangunan. Dengan kemandirian lembang kita akan mencapai masyarakat yang sejahtera," terang Theo.

Semua ini ditopang oleh beberapa sektor prioritas Theo-Zadrak. Di antaranya pelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, program peningkatan produksi usaha tani serta reformasi pelayanan di birokrasi.

Baca Juga

Selain itu program multisektoral lainnya adalah inovasi pariwisata dan revitalisasi kearifan adat dan budaya. Pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Pelatihan keterampilan dan usaha bisnis online.

Lantas mengapa lembang mendapatkan prioritas untuk mandiri? Kata Theo, selama ini ia banyak memantau kehidupan ekonomi masyarakat di pedesaan (lembang). Karena desa adalah farameter kesetaraan ekonomi.

"Kalau ekonomi masyarakat desa tumbuh dengan baik, itu menandakan ekonomi sebuah daerah mapan," ucapnya.

Sebaliknya kemunduran ekonomi desa mencerminkan rapuhnya penyangga ekonomi daerah. Rumus ini yang dipakai Theo untuk mengukur sektor vital ini.

Saat melakukan kunjungan ke beberapa lembang, ia menemukan persoalan yang identik. Yakni belum terbukanya akses ekonomi masyarakat desa. Desa masih menjadi hunian masyarakat kelas dua. Mereka belum benar-benar mandiri dari segi ekonomi.

"Banyak program tak tersentuh ke pelosok," katanya.

Akibatnya angka kemiskinan di lembang lembang masih tinggi. Desa menjadi muara keterbelakangan. Di sana grafik pengangguran juga tumbuh di atas rata-rata. Desa menjadi sulit bangkit karena hal yang mendasar. Pemimpin tidak hadir.

Theo melihat beberapa faktor yang tak berkembang. Pertama sektor pertanian. Pertanian masih miskin inovasi. Para petani di desa sebagian besar bekerja secara konvensional. Padahal, Tator memiliki komoditas pangan yang melimpah.

"Ini yang saya katakan mereka kehilangan akses. Lembang punya sumber daya alam tapi karena pengelolaannya masih sangat tradisionil, akhirnya bobot produksi pangan rendah. Saya melihat kita punya peluang untuk berkembang di sektor pertanian. Kuncinya satu, pemerintah harus hadir dengan inovasi," jelas Theo.

Dari kalkulasi di sektor ini, jika ditemukan inovasi pertanian yang tepat, ia memperkirakan lembang akan jadi penyumbang pangan dalam 5 tahun ke depan. Akhirnya sejak tahun pertama, jika terpilih ia akan melakukan berbagai terobosan di bidang pertanian. Petani mulai mengenal teknologi. Sistem konvensional perlahan ditinggalkan.

Di lembang, pertanian bukan satu satunya sengkarut. Berbagai persoalan multisektoral juga muncul. Di antaranya pengangguran di kalangan usia produktif dan angka anak putus sekolah yang cukup tinggi.

"Semua ini butuh program simultan. Yang muaranya nanti membawa lembang lebih mandiri," imbuhnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Theo-Zadrak #Pilkada Tator #Lembang
Berikan Komentar Anda