Senin, 28 September 2020 17:26

BOP untuk TKA/TPA di Bulukumba Diduga Disunat Oknum Kemenag

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kemenag diduga bermain kucing-kucingan dengan pihak pengelola TKA/TPA di Bulukumba

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Oknum Pejabat Kementerian Agama (Kemenag) diduga sunat anggaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Covid-19 untuk TKA/TPA di Kabupaten Bulukumba. Anggaran BOP sebesar Rp10 juta per TKA/TPA dari pusat dipotong sebesar Rp3 Juta.

Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Ujungbulu, AM Iqbal mengaku menyesalkan oknum di Kemenag yang melakukan tindakan tersebut.

"Apa motif yang terselubung coba? Padahal secara regulasi, TKA/TPA bernaung di bawah BKPRMI. Jadi persoalan data harus terjadi komunikasi agar tidak terjadi simpangsiur," ujar Iqbal, Senin (28/9/2020).

Baca Juga

Iqbal menjelaskan, selama ini Kemenag seperti bermain 'kucing-kucingan', termasuk ketika Kemenag butuh data yang valid terkait pembinaan TKA/TPA. Menurut dia, seharusnya berkoordinasi dengan BKPRMI yang lebih tahu terkait data tersebut.

"Kalau bermain kucing-kucingan seperti itu (Kemenag) maka yang kami pertanyakan, apa yang menjadi acuan? Apa kriterianya sehingga bisa dapat bantuan tersebut, padahal sebetulnya ada TPA yang memang berhak dibantu," jelas Iqbal.

Iqbal menerangkan, maka wajar jika belakangan ini menjadi perbincangan di kalangan pembina TKA/TPA, karena kriteria yang tidak jelas tersebut menjadi penyebab kecemburuan sosial.

"TKA/TPA di Kecamatan Ujung Bulu sekitar 50 unit, yang disinyalir dapat bantuan diatas 20 unit. Ini pengundang malapetaka ini kalau seperti ini, bantuan untuk TKA/TPA yang katanya bantuan Covid-19, giliran cair disunat lagi oleh oknum dari Kemenag," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kemenag Bulukumba, Ali Yafid mengaku pihaknya tidak memiliki andil dalam penyaluran bantuan itu. Menurutnya, anggaran bantuan tersebut tidak singgah di Kemenag, karena langsung dikirim dari pusat ke TK/TPA.

"Cuman memang pemberitahuannya dari kami. Tidak ada pemotongan dari Kemenag Bulukumba, uangnya itu Rp10 juta per TKA/TPA," jelas Ali Yafid.

Ia mengaku baru mendengar informasi bahwa uang bantuan tersebut telah dipotong oleh oknum.

Olehnya, Ali Yafid bakal menelusuri informasi itu, karena menurut dia, Kemenag Bulukumba sudah disterilkan dari korupsi.

"Terima kasih informasinya, tolong dilaporkan kalau ada begitu, karena saya tidak suka yang begitu. Di kantor sudah saya sterilkan, tidak ada yang begitu," terangnya.

Penulis : Saiful
Editor : Jusrianto
#Anggaran BOP Disunat #Kementerian Agama #Kemenag Bulukumba
Berikan Komentar Anda