SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Polres Wajo bersama Satgas Covid-19 turun tangan membubarkan kegiatan Wajo Runners, Ahad kemarin. Kegiatan olahraga lari berbagai komunitas ini diklaim tak mengantongi izin.
"Kegiatan tidak terlaksana bang. Di mana setelah mendapatkan info akan adanya rencana kegiatan tersebut, Satgas dan Polri langsung turun melihat kondisi ke TKP. Panitia dengan kesadaran membatalkan dan membongkar tenda dan peralatan," ucap Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam, Ahad (15/8/2021).
Islam menegaskan, kegiatan ini tak mengantongi izin. Selama masa pandemi dan pemberlakuan PPKM Level 3, tidak diperkenankan adanya kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Polri tidak mengeluarkan izin keramaian saat pandemi masih berlangsung. Ini sesuai undang-undang dan aturan PPKM. Kondisi Wajo masih rawan. Meningkat drastis yang terpapar Covid," katanya.
Diakui Islam, ada komunitas yang sempat ngotot menggelar acara ini. Namun ia telah mengingatkan bila ada kelompok yang berkeras membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protkes, akan diproses hukum.
"Bagi yang tetap membuat acara kerumunan atau keramaian di saat pandemi dan menyalahi aturan, maka Polri akan bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.
Senada dengan itu, Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Wajo juga tidak mengeluarkan rekomendasi izin keramaian di masa pandemi. Acara Wajo Runner disebut telah dilarang sejak awal.
"Kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi, apalagi kita (Wajo) saat ini berstatus zona oranye dan kita terapkan PPKM level 3," kata Firda, salah satu personel Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo.
Diketahui, kasus Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Wajo. Tercatat, ada 1.231 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Jumlah kasus aktif di Kabupaten Wajo mencapai 154 orang, dengan rincian 29 orang dirawat dan 125 orang menjalani isolasi. Lalu, ada 48 orang yang meninggal dunia dan 1.029 orang yang telah dinyatakan sembuh.
Secara terpisah, Dr Rizal selaku salah satu pembina komunitas Wajo Runners yang dihubungi awak media masih enggan memberikan tanggapan perihal batalnya acara ini. Namun melalui pesan Whatsapp, Dr Rizal mengakui ada aktivitas di hari Ahad kemarin dan di sana banyak orang berkumpul.
"Banyak memang kuliat olah raga sekitar lapmer, ada yang lari ada juga joging bahkan ada makan makan di pinggir lapangan. Dan juga ku lihat tempat menggambar anak anak serta beberapa penonton penonton yang melihat kegiatan paskibraka," tulis Dr Rizal melalui pesan singkat ke awak media.
BERITA TERKAIT
-
Tekan Laka dan Pelanggaran, Satlantas Polres Wajo Amankan Sejumlah Titik Rawan di Sengkang
-
Terbakar Cemburu, Pria di Wajo Bunuh Pemuda yang Diduga PIL Istri
-
9 Pejabat Polres Wajo Dirotasi, Iptu Aprinando jadi Kasatlantas
-
Jelang Peringatan Amarah dan May Day, Polres Wajo Gelar Apel Siaga
-
Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Pammana Wajo, 1 Orang Masih Diburu