Muh. Syakir : Sabtu, 14 Agustus 2021 11:34
Ilustrasi (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Setelah vaksinasi justru laju penyebaran Covid-19 meningkat tajam. Para ahli WHO mengonfirmasi, kenaikan kasus usai vaksin bukan karena tak efektifnya vaksinasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, orang yang terinfeksi setelah divaksin cenderung hanya mengalami gejala ringan. Bahkan beberapa studi menemukan tanpa gejala.

Ahli penyakit infeksi dari WHO, Dr Katherine O'Brien, menegaskan kasus breakthrough infection terjadi karena masalah imun. Faktor lain karena kian populatifnya varian.

"Ini bukan hal yang umum dan risikonya tidak merata di semua populasi. Ada kelompok tertentu, misalnya punya masalah imun atau umurnya sudah tua, yang lebih berisiko mengalami breakthrough infection," kata Katherine seperti dikutip dari situs resmi WHO, Sabtu (14/8/2021).

Faktor yang diduga membuat semakin banyak kasus breakthrough infection saat ini dijelaskan Katherine adalah karena kelalaian dan varian.

Ramainya program vaksinasi saat ini kemungkinan membuat orang-orang jadi lebih merasa aman sehingga mulai melonggarkan disiplin protokol kesehatan. Di lain sisi berbagai varian COVID-19 yang lebih mudah menular bermunculan, meningkatkan risiko keterpaparan.

"Kita melihat lebih banyak kasus breakthrough infection, sebagian karena orang-orang berhenti melakukan langkah pencegahan penyebaran virus," papar Katherine.

"Jadi saat virusnya sendiri berkembang dengan kecepatan dan frekuensi yang lebih tinggi, orang-orang semakin banyak terekspos, termasuk di antaranya yang sudah divaksinasi," pungkasnya.