Vaksin Corona Buatan Indonesia Siap Uji Coba ke Hewan, 2021 ke Manusia
Vaksin Merah Putih sudah bisa disuntikkan di triwulan tiga 2021. Jika lolos registrasi WHO vaksin akan diproduksi dalam jumlah besar. Vaksinasi massal memungkinkan dilakukan akhir 2021.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Vaksin Merah Putih buatan Indonesia siap memasuki tahap uji coba pada hewan. Jika fase ini sukses, tahun 2021 akan dilakukan uji klinis tahap tiga pada manusia.
"Setelah uji coba pada hewan, selanjutnya awal 2021 bibitnya akan diserahkan kepada Bio Farma. Paling telat Februari," jelas Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro
dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/2020).
Ia mengatakan vaksin Merah Putih dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman dan Universitas Indonesia (UI). Dua lembaga ini mencatat perkembangan paling cepat dari 6 lembaga lainnya yang melakukan riset.
Uji coba mereka kata Menristek telah mencapai fase uji pada hewan. Setelah itu akan dilanjutkan ke fase berikutnya yakni penyerahan bibit kepada PT Bio Farma (Persero) pada awal 2021.
Untuk memperkuat akurasi vaksin, pihaknya telah mengirim 114 whole genome sequencing (WGS) dari pasien positif Corona di Indonesia kepada GISAID. GISAID merupakan bank data virus influenza di dunia.
Setelah proses riset selesai, pihaknya akan memberikan bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma untuk dilakukan uji klinis kepada manusia dan selanjutnya diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk proses registrasi.
Bambang memperkirakan Vaksin Merah Putih sudah bisa disuntikkan di triwulan tiga 2021. Ia mengatakan jika lolos registrasi WHO vaksin akan diproduksi dalam jumlah besar. Vaksinasi massal memungkinkan dilakukan akhir 2021.
Adapun jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk RI sekitar 360 juta dosis.
Untuk memperlancar produksi, hitungannya kalau menggunakan herd immunity itu 2/3 penduduk harus divaksin atau sekitar 180 juta.
Kalau satu orang butuh dua kali vaksin, maka dibutuhkan minimal 360 juta dosis. Kalau semua orang divaksin, maka dibutuhkan 270 dikali 2. Atau sekitar 540 juta dosis
Untuk bisa memenuhi itu, Bio Farma akan bekerja sama dengan beberapa pihak swasta. Hingga saat ini yang sudah tertarik untuk pengembangan vaksin ada Kalbe Farma (PT Kalbe Farma), Sanbe Farma (PT Sanbe Farma), Biotek (PT Biotek Farmasi Indonesia), Tempo Scan (PT Tempo Scan Pacific Tbk), dan Daewang (Daewoong Pharmaceutical Co).
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
