Tator di Tangan Theo-Zadrak: Menanti Lompatan Besar Pengentasan Kemiskinan (1)
Perhatian tinggi yang diberikan ini agar UMKM mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah. Jika ini bisa dicapai, setidaknya akan terwujud 3 muara UMKM.
PASANGAN Theofilus-Zadrak (Theza) punya setumpuk program untuk mengantar Tana Toraja dalam lompatan penting. Salah satunya proyeksi pengentasan kemiskinan dan kebangkitan UMKM.
Bagaimana memoles sektor ini? Berikut ulasan PEDOMANMEDIA dalam membedah visi misi Theo-Zadrak (Theza).
Dalam visi misi Theza ada dua hal poin penting menuju pengentasan kemiskinan. Pertama penciptaan lapangan kerja. Kedua, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM.
Pasangan ini memberi perhatian pada ekonomi kerakyatan. Terutama mendorong kebangkitan UMKM. Ia menemukan, selama empat tahun terakhir UMKM tidak mendapatkan ruang cukup dalam mengembangkan produk.
Padahal menurut Theofilus, UMKM dan ekonomi kreatif di Tator memiliki prospek bagus. Tator berpotensi mengembangkan sentra-sentra ekonomi kreatif yang bersentuhan dengan sektor pariwisata.
"Kalau ini mendapat dukungan pemerintah daerah, akan menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan. Tapi kita lihat dukungan pemerintah sangat minim. Sehingga UMKM dan ekonomi kreatif di Tator tidak berkembang sebagaimana mestinya," katanya.
Theo mengungkapkan, UMKM dan ekonomi kreatif bisa berkembang. Asal pemerintah punya program dan kebijakan yang berpihak.
Dalam visi misinya, Theo-Zadrak akan menangani sektor-sektor pembangunan itu secara simultan. UMKM akan didorong menjadi penyangga ekonomi rakyat.
Caranya, kata Theo, UMKM dan sentra ekonomi kreatif akan diberi berbagai insentif. Keringanan pajak. Membantu pengembangan SDM serta menggulirkan kebijakan strategis untuk membuka akses dan market mereka.
"UMKM berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Dalam berbagai situasi, UMKM terbukti paling kuat dan tahan banting. Saat krisis 1998 semua sektor rontok. Tapi UMKM cukup tangguh. Ekonomi kecil ini yang justru menyelamatkan ekonomi nasional," kata Theo.
Theo telah memperhitungkan harus memulai dari mana. Di Tator terdapat UMKM dengan produk lokal yang menjanjikan. Sayangnya banyak di antaranya yang kolaps karena sulitnya menemukan pangsa. UMKM selalu terbentur pada dua persoalan. Modal dan pemasaran.
"Nah kita sudah tahu di sini masalahnya. Maka pemerintah akan hadir di situ. Membantu permodalan dan membuka akses pasarnya," jelas Theo.
Perhatian tinggi yang diberikan ini agar UMKM mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah. Jika ini bisa dicapai, setidaknya akan terwujud 3 muara UMKM.
Pertama, sarana mengentaskan kemiskinan. Peran UMKM penting yang pertama adalah sebagai sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan.
Alasan utamanya adalah, tingginya angka penyerapan tenaga kerja oleh UMKM. Terutama terhadap masyarakat di pedesaan.
Kedua, kata Theo, sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil. UMKM juga memiliki peran yang sangat penting dalam pemerataan ekonomi masyarakat.
Berbeda dengan perusahaan besar, UMKM memiliki lokasi di berbagai tempat. Termasuk di daerah yang terpencil.
Keberadaan UMKM di berbagai pelosok menurut Theo, adalah modal awal yang baik. Tinggal bagaimana UMKM ini lebih produktif. Menyerap tenaga kerja lebih besar. Agar tidak ada lagi dikotomi kota sebagai solusi bagi pada pencari kerja.
"Kita ingin tanamkan bahwa di desa pun lapangan kerja terbuka. Asal UMKM bangkit maka lapangan kerja akan terbuka. Jadi orang orang di pelosok tak perlu lagi ke kota mencari kerja karena di desa lapangan kerja sudah terbuka," katanya.
Theo mengatakan untuk sampai pada fase itu, Tator tidak membutuhkan waktu lama. Karena program tersebut sudah terencana. Dukungan APBD juga akan dimaksimalkan agar sektor benar benar menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan.
