Pemkab Gowa Usut Kehamilan Ibu yang Dipukul Satpol PP, Warganet: Apa Urusannya
Warganet memberi banyak komentar soal ini. Banyak netizen menilai Pemkab Gowa mencoba memgalihkan persoalan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemkab Gowa akan menelusuri benar tidaknya perempuan pemilik kafe yang dipukul Satpol PP sedang hamil. Pemkab Gowa memberi versi berbeda soal kondisi korban. Pemkab menyebut korban tidak sedang hamil.
Pemkab Gowa yang mempersoalkan kehamilan korban pun mendapat banyak kecaman dari warganet. Di berbagai platform media sosial, warganet justru menuding pemkab mencoba mengalihkan persoalan.
"Loh kok yang diusut kehamilannya? Apa urusannya. Mau hamil mau tidak nda masalah kan? Pemukulan satpol pp tetap pidana. Pidananya dong yang diusut," komentar akun @pembela keadilan.
Sesaat setelah video pemukulan oleh Satpol PP viral, kemarin, Pemkab Gowa memberi pernyataan bahwa ibu yang menjadi korban pemukulan tidak sedang hamil seperti pengakuannya. Sementara suami korban kukuh bahwa istrinya saat ini tengah hamil tua.
Belakangan lewat Kadis Kominfo Arifuddin Saeni, pemkab menyebut bahwa informasi soal korban tidak hamil diterima dari kabar kabar liar. Karena itu pihaknya mengaku akan menelusuri kebenaran itu.
"Apa benar dia sedang hamil atau tidak kita akan telusuri kebenarannya," ujar Arifuddin.
Warganet memberi banyak komentar soal ini. Banyak netizen menilai Pemkab Gowa mencoba mencari pembenaran atas kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP.
"Lucu ya malah kehamilannya yang dibesar2kan. Masalahx kan bukn itu bro. Yg maslah ini pmukulanx. Org mau hamil mau tidak. Urusan dia. Urusan pemukulan harusx itu yg diusut" tulis akun Derry.
Seorang warganet lainnya menulis, pemkab mencoba mencari celah untuk membenarkan pemukulan yang dilakukan oknum satpol. Seolah olah jika ibu yang menjadi korban itu ketahuan berbohong maka itu dijadikan dalih untuk membenarkan tindakan satpol.
"Inikan logika terbalik balik namanya. Kita sama sama orang waras bos. Kalau misalnya dia tidak hamil lantas kenapa. Pemukulan bisa dibenarkan? Kan nda. Kalau dia bohong kan bukan urusan pemkab. Yang jelas faktanya ada pemukulan. Ya usut dong. Tangkap yang memukul. Jangan sibuk dengan kehamilan orang," tulisnya.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sendiri telah menegaskan tidak akan mentolerir tindakan kekerasan itu.
“Saya menyesalkan dan tidak akan mentolerir kejadian tersebut dan menyerahkan kasus itu untuk ditindak lanjuti pihak kepolisian,” ujar Adnan dalam keterangan resminya, Kamis (15/7/2021).
Menurut Adnan, tindakan ini tidak bisa ditolerir. Apalagi, kata dia, sejak dimulainya penertiban penerapan PPKM dirinya selalu meminta kepada seluruh petugas agar mengedepankan sikap humanis tapi tetap tegas.
“Apapun yang berkaitan dengan kekerasan, tidak dapat dibenarkan. Segala tindakan yang tidak sesuai SOP penertiban tak akan saya tolerir. Dimasa sulit seperti ini, semua mesti menahan diri dan bekerjasama,” tegas Adnan.
