Kamis, 01 Juli 2021 18:46

Tokoh Adat Angkat Bicara: Usut Pagar Bandara Toraja

Sismay Eliata Tulung Allo
Sismay Eliata Tulung Allo

Masyarakat adat mencermati kasus itu. Terlihat sampai saat ini tidak ada kemajuan berarti. Polres Tator belum mengambil langkah konkret.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Tokoh dan masyarakat adat Tana Toraja ikut angkat bicara terkait mangkraknya proyek pagar Bandara Toraja. Masyarakat adat mendorong Polda Sulsel mengambil alih kasus ini.

"Kita minta Polda Sulsel turun tangan dan memberi atensi pada kasus ini," ujar tokoh masyarakat Mengkendek Sismay Eliata Tulung Allo saat ditemui di Depot 99 jalan poros Makale-Rantepao, akhir Juni lalu.

Menurut Sismay, masyarakat adat mencermati kasus itu. Terlihat sampai saat ini tidak ada kemajuan berarti. Polres Tator belum mengambil langkah konkret untuk penanganannya.

Baca Juga

"Saya selaku masyarakat adat dan juga tinggal di situ dan saya berhubungan langsung dengan lokasi bandara. Saya tinggal di Lembang Marinding ada banyak kasus yang kami dengar soal bandara salah satunya pemagaran," katanya.

Kata Sismay, dari awal proyek pemagaran ini memang terkesan rancu. Tidak ada sosialisasi di masyarakat.

"Kenapa tidak diumumkan bahwa ini bandara masih bermasalah tetapi kita tetap memagar karena supaya cepat selesai ini bandara. Kenapa tidak ada tindakan tim penyidik itu yang berwajib dalam hal ini Polres Tana Toraja,” katanya.

Sismay berharap ada langkah nyata. Ia meminta Polres Tator dan Polda Sulsel turun tangan memulai pengusutan.

"Siapa saja yang terkait dengan kasus ini ya harus diperiksa. Memang dibutuhkan pelibatan polda karena polres sampai sekarang belum ada kejelasannya,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Samsul Rijal yang dihubungi mengaku belum melakukan pemeriksaan. Namun ia berjanji akan memulai pengusutan dalam waktu dekat.

“Belum ada pemeriksaan itu kita ulang tahun 1 Juli dulu. Nanti kalau sudah selesai baru kita minta dokumennya,” bebernya.

Sebelumnya, Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu menyatakan kesiapan pihaknya menindaklanjuti mangkraknya proyek pemagaran Bandara Toraja. Ia siap memulai pengusutan.

"Kita selidiki," tegas Sarly kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (19/5/2021).

Hanya saja Sarly belum bisa berbicara banyak. Ia akan mempelajarinya lebih jauh.

Proyek pemagaran Bandara Toraja mendapat banyak sorotan setelah mandek sejak 2020. Proyek ini menelan anggaran Rp12 miliar.

Mandeknya proyek ini dibenarkan otoritas bandara. Kepala Bandara Toraja Anas Labakara mengungkapkan, proyek tak bisa dilanjut karena kekurangan anggaran. Dia mengakui proyek ini menelan Rp12 miliar.

Anggaran proyek ini seluruhnya bersumber dari APBN. Proyek dikerjakan oleh PT Widya Rahmat Karya.

Bandara Toraja diresmikan Maret 2021. Bandara Toraja menjadi ikon baru daerah itu. Ada tiga bupati Tana Toraja yang berperan besar dalam terwujudnya Bandara Toraja. Mereka menjadi peletak dasar ikon baru ini.

Ketiga bupati itu adalah Bupati JA Situru (2005-2010), Bupati Theofilus Allorerung, (2010-2015) dan Bupati Nicodemus Biringkanae (2015-2020). Mereka membelah 3 gunung dan 2 sungai untuk membuat landasan pacu (runway) dan box culvert.

Total anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 958 miliar dari APBN. Ini belum termasuk APBD Provinsi Sulawesi Selatan dan APBD Kabupaten Tana Toraja. Bandara Toraja dibangun selama 15 tahun (2005-2020), dan diresmikan 18 Maret 2021.

 

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Polres Tator #Polda Sulsel #Bandara Toraja
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer