Muh. Syakir : Kamis, 01 Juli 2021 08:21
Kala Lembang, Kepala Lembang Balepe yang disoroti warganya.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Masyarakat Lembang Balepe, Kecamatan Malimbong, Tator mengeluhkan realisasi dana desa yang dinilai tak transparan. Masyarakat meminta penggunaan dana desa lebih berskala prioritas.

Salah seorang warga Lembang Balepe bernama Samara (34) mengungkapkan Kepala Lembang Balepe', Kala Lembang sering mengerjakan proyek pembukaan jalan. Namun jalan jalan itu mubazir.

"Kepala lembang kami itu suka mengerjakan proyek pembukaan jalan tapi mubazir. Kami menduga proyek proyek di situ keuntungannya lumayan besar," katanya.

Tidak hanya itu dia juga membeberkan bahwa Kala Lembang kerap meninggalkan tugas pokoknya sebagai kepala lembang. Sehingga warga sulit berkoordinasi.

"Dia kadang sulit ditemui karena sering meninggalkan tugas," jelas Samara. 

Samara juga mempertanyakan sumber dana yang digunakan untuk penyewaan kantor sekretariat Lembang Balepe' yang ada di Buraka, Kecamatan Makale. Selama ini ia menilai tak transparan.

"Itu kantor sekretariat yang ada di Burake sember dananya dari mana, apakah dari dana desa atau dana pribadinya pak Lembang. Itukan perlu diperjelas," ketusnya.

Karena itu Samara berharap kepada inspektorat dan penegak hukum, untuk segera turun lapangan dan mengaudit dana desa di Lembang Balepe. Menurutnya audit perlu dilakukan agar jelas ke mana saja dana desa dialokasikan.

"Saya menduga di lembang kami ada dugaan penyalahgunaan dana desa, dan kami berharap inspertorat, dan penegak hukum segera turun dan mengaudit pekerjaan yang sudah dikerjakan," bebernya.

Sementara itu Kepala Lembang Balepe Kala Lebang yang dikonfirmasi kemarin enggan memberi komentar.

"No comment saya," katanya.