Rabu, 23 Juni 2021 16:34

Corona 'Ngamuk' Lagi di RI, Kemenkes Ungkap Beberapa Pemicunya

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Lonjakan kasus Corona ini terjadi karena penularan yang sangat signifikan di beberapa daerah. Selain itu, juga karena masuknya varian India

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim lonjakan kasus Corona dalam sebulan terakhir dipicu oleh banyaknya interaksi masyarakat usai Lebaran Idul Fitri. Silaturahim pasca-Lebaran mulai memberi dampak pada April hingga Juni ini.

"Sekarang sedang memuncak. Ini adalah efek dari pelonggaran pascalibur Lebaran. Habis libur kita banyak silaturahim dan akhirnya memuncak Mei dan Juni ini," terang Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwo dalam dialog di kanal YouTube Kemkominfo TV, Rabu (23/6/2021).

Peningkatan kasus yang ada sekarang menurut Maxi melewati angka kenaikan rata rata pasca libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga

Faktor lain yang mempengaruhi lonjakan kasus Corona ini, kata Maxi adalah terjadi penularan yang sangat signifikan di beberapa daerah. Masuknya varian Corona India juga mempercepat penularan.

Lonjakan-lonjakan kasus ini secara eksponensial di daerah-daerah tertentu ini terjadi akibat dari pada varian baru. Di antaranya varian delta dan varian India.

Selain itu, kepatuhan protokol kesehatan di masyarakat mulai menurun. Menurut Maxi menurunnya kepatuhan prokes menjadi penyebab utama penularan yang lebih cepat.

"Sebenarnya virus apapun kalau protokol kita jalan bagus orang masih setia menggunakan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjauhi mobilitas, saya kira seharusnya bisa teratasi, tetapi terutama protokol mulai kendor, adanya varian baru di situlah kasusnya yang meningkatnya secara tajam," katanya.

Lebih lanjut, Maxi menyadari pandemi Corona yang telah berlangsung selama satu tahun lebih turut mempengaruhi ketaatan warga dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dia kembali mengingatkan agar semua pihak taat melaksanakan protokol kesehatan.

"Saya juga mengamati karena orang menjalani pandemi ini hampir satu tahun setengah, mungkin juga terbiasa dengar orang sakit, dengar orang Covid dan mereka mulai lupa, mulai kendor. Jadi yang perlu saya kita diingatkan terus kepada masyarakat jangan kendor," kata dia.

"Kalau sudah sakit ya sakit sudah pasti banyak yang sakit kerugian luar biasa, kerugian bisa fatal, orang itu mau kita juga. Semua akan bermuara kepada pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan kan ada batasnya. Baik fasilitasnya, orangnya, tenaga kesehatan itu sendiri. Kita hanya berdoa saja semoga di samping upaya pemerintah menerapkan PPKM Mikro supaya tidak terjadi lonjakan seperti di India," sambungnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#Kemenkes RI #Corona Varian India #Kasus Corona Naik
Berikan Komentar Anda