JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Covid-19 di Indonesia nyaris menyentuh 2 juta kasus hingga Sabtu kemarin. Pulau Jawa dan DKI menjadi penyumbang tertinggi.
Angka kasus naik hinghga 7.000 per hari sejak Lebaran Idul Fitri. DKI, Jawa Tengah dan Banten mencatat penambahan tertinggi.
Pemerintah mengingatkan bahwa peningkatan kasus ini merupakan alarm keras bagi seluruh masyarakat. Sulawesi yang relatif melandai sejak April lalu juga diminta waspada dan mengantisipasi laju penyebaran saat sekolah dibuka Juli nanti.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, sejak Jumat (11/6/2021) hingga Sabtu (12/6/2021) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 7.465 kasus baru Covid-19.
Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 kini berjumlah 1.901.490 orang terhitung sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.
Adapun 5 provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 yang tinggi yakni DKI Jakarta 2.455 kasus, Jawa Tengah 915 kasus, Jawa Barat 876 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 436 kasus, dan Riau 388 kasus.
Informasi itu disampaikan oleh Satgas kepada wartawan, Sabtu sore. Data tersebut juga bisa diakses melalui laman www.covid-19.go.id yang diperbaharui setiap sore.
Pasien sembuh dan meninggal
Data yang sama juga menunjukkan ada penambahan pasien sembuh sebanyak 5.292 orang. Sehingga jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 1.740.436 orang.
Kendati demikian, dalam periode yang sama juga masih terjadi penambahan pasien yang tutup usia sebanyak 164 orang.
Dengan demikian, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 52.730 orang. Pemerintah juga mencatat kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 108.324 orang.
Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.
Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 106.894 orang yang kini berstatus suspek Covid-19.
Lonjakan di Pulau Jawa
Tingginya kenaikan kasus Covid-19 sebagian besar disumbangkan oleh Pulau Jawa. Pada pertengahan hingga akhir Mei 2021, Pulau Jawa bahkan menyumbangkan 53 persen dari seluruh kasus positif nasional selama sepekan terakhir.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, kenaikan kasus di Pulau Jawa masih sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sejumlah provinsi, DKI Jakarta menjadi wilayah yang lonjakan kasusnya paling tinggi.
"DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kasus yang paling signifikan di mana dalam 10 hari saja kasusnya meningkat lebih dari 300 persen," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/6/2021).
Wiku mengatakan, pada 1 Juni 2021 kasus Covid-19 harian di Ibu Kota Negara mencapai 519 kasus. Angka ini melonjak drastis pada 10 Juni 2021, yakni 2.091 kasus Covid-19 dalam satu hari.
Selain peningkatan kasus baru, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan virus corona di DKI juga mengalami lonjakan.
"BOR di DKI Jakarta mencapai 62,13 persen," ujarnya.
Selain DKI, DI Yogyakarta juga mengalami kenaikan kasus Covid-19 hingga 107 persen, bertambah 445 kasus dalam satu hari saja pada 10 Juni. Sementara, BOR di DIY mencapai 54,38 persen.
Selanjutnya, peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Timur mencapai 89 persen, bertambah 425 kasus dalam satu hari. Sedangkan persentase BOR di provinsi tersebut sebesar 31,57 persen.
Di Jawa Tengah, kasus Covid-19 meningkat hingga 80 persen, bertambah 1.500 kasus pada 10 Juni. Sementara BOR mencapai angka 66,89 persen.
Banten mengalami kenaikan kasus Covid-19 hingga 57 persen dan BOR mencapai 53,87 persen.
"Selanjutnya Jawa Barat mengalami kenaikan 49 persen dalam 10 hari terakhir dengan BOR mencapai 61,75 persen," ujar Wiku.
BERITA TERKAIT
-
KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan APD COVID-19 di Kemenkes
-
Satgas Beri Warning: Kasus Kematian Covid-19 Naik Lagi
-
Sebabkan 488 Orang Positif Covid-19, Pria Ini Dipenjara 2 Tahun
-
Covid-19 RI Hari ini, Bertambah 5.000 Kasus, Sulsel Sumbang 147
-
BOR Turun tapi Jokowi Masih Cemas: Ancaman Pandemi Masih Nyata