JAKARTA, PEDOMANMEDIA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan, PSM Makassar akan dicoret dari Liga 1 pada musim mendatang jika manajemen klub tak segera menyelesaikan tunggakan gaji pemain. PSM juga terancam sanksi FIFA karena laporan ini.
"Klub yang masih ada masalah gaji pemain tak bisa ikut kompetisi. Karena syarat ikut kompetisi itu. Dan tak ada sanksi dari FIFA. Ini berlaku klub Liga 1 dan Liga 2," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, Kamis (3/6/2021).
Sebelumnya, PSM telah dilaporkan oleh salah satu mantan pemainnya, Giancarlo Loper Rodrigues. Rodrigues melaporkan PSM ke FIFA atas tunggakan gaji.
Tak hanya Rodrigues, PSM juga menunggak gaji sebagian besar pemain. Tunggakan gaji pemain mencapai Rp 6 miliar.
Menurut Sudjarno dikutip detikcom, PSSI memberi waktu kepada manajemen PSM selama 45 hari ke depan. Jika tak dipenuhi maka PSM tak bisa mendaftarkan pemainnya selama tiga periode bursa transfer.
Dengan begitu, PSM Makassar tak bisa mendaftarkan pemain lama atau pemain rekrutan barunya jika tak melunasi kewajibannya. Yang berarti PSM tak bisa ikut berkompetisi selama satu setengah musim.
Sudjarno memastikan PSM Makassar tak akan bisa ikut kompetisi andai tak melunasi kewajiban membayar tunggakan gaji. Untuk itu ia menyerukan kepada klub berjulukan Juku Eja untuk memenuhi aturan.
"Nanti biar mereka (PSM) yang menyelesaikan, itu harus diselesaikan sanksi dari FIFA. Karena syaratnya tak ada sanksi FIFA. Ya kami nanti akan kami tentukan verifikasi terkait pemain, pendaftaran pemain, dan ofisial hasil verifikasinya seperti apa," tutur Sudjarno.
"Soal kapan bursa transfer, nanti PSSI akan menetapkan soal itu. Nanti itu akan diatur di regulasi," ucapnya lagi.
BERITA TERKAIT
-
PSSI Umumkan Pecat Indra Sjafri sebagai Pelatih Timnas Indonesia U-23
-
John Herdman dan Van Bronckhorst Menguat Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
Timur Kapadze Akui Sudah Ada Kontak dengan PSSI: Tidak Konkret
-
PSSI Pecat Patrick Kluivert
-
Kuwait Batal, Timnas Indonesia Hadapi Taiwan di FIFA Matchday 5 September