JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, sejumlah daerah berhasil menekan angka kasus Corona pasca Idul Fitri. Sulawesi Selatan dan Kalsel masuk dalam daftar daerah dengan penanganan efisien.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dampak kenaikan kasus Covid-19 setelah Idul Fitri tahun ini tidak setinggi pada 2020. Ada beberapa daerah bahkan berhasil menekan rasio penyebaran jauh di bawah angka tahun 2020.
"Ada beberapa daerah dengan capaian cukup baik. Di antaranya Jawa Tengah, Sulsel dan Kalsel. Sulsel dulu masuk 5 besar kenaikan kasus pasca Idul Fitri 2020. Sekarang berhasil keluar dari 5 besar," terang Wiku, Selasa (1/6/2021).
Dia mengatakan, dari sisi kenaikan kasus, pada 2020 kenaikannya tercatat mencapai 65,55 persen. Sementara itu, pada tahun 2021 kenaikan di angka 56,6 persen.
Angka kematian tahun 2020 setelah Idul Fitri naik sebesar 66,34 persen. Lalu pada 2021 sebesar 3,52 persen.
Untuk kenaikan kasus periode dua minggu pasca Idul Fitri yang terhitung 25 Mei-8 Juni 2020, ada lima provinsi dengan kenaikan tinggi. Di antaranya Jawa Tengah naik 368 persen, Sulawesi Selatan 280 persen, Kalimantan Selatan 99 persen, Jawa Timur 45,36 persen dan DKI Jakarta maik 33,2 persen.
Pada ahun 2021 yang terhitung sejak 10 Mei hingga 24 Mei 2021, kenaikan tertinggi berada di Jawa Tengah yang naik 103 persen. Disusul Kepulauan Riau 103 persen, Riau 69 persen, DKI Jakarta naik 49,5 persen dan Jawa Barat 25 persen.
"Sehingga tercatat perkembangan kenaikan kasus di lima provinsi persentase kenaikannya lebih rendah dibandingkan tahun lalu," ucap Wiku.
Jawa Tengah, meskipun berada di urutan pertama dalam dua tahun ini, tetapi secara persentase lebih rendah dari tahun lalu dan menurun hingga sepertiganya.
Selain itu, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang berada di urutan kedua dan ketiga tahun lalu, tahun ini sama sekali tidak masuk dalam lima besar.
Wiku mengatakan, perkembangan ini menjadi modal bersama untuk dapat terus produktif dan aman Covid-19 selama berada dalam kondisi pandemi. Meski demikian, masyarakat tetap diingatkan jangan terlena.
Karena perkembangan ini baru menunjukkan 2 minggu pasca Idul Fitri dan dampaknya diperkirakan masih akan terlihat dalam beberapa minggu kedepan.
"Pilihan ada di tangan kita semua, jika kita patuh protokol kesehatan dan meningkatkan testing dan kualitas pelayanan, maka perkembanganan akan tetap stabil. Namun jika kita abai, maka bukan tidak mungkin kenaikan paska Idul Fitri akan lebih tinggi dari tahun lalu," pungkas Wiku.
BERITA TERKAIT
-
KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan APD COVID-19 di Kemenkes
-
Satgas Beri Warning: Kasus Kematian Covid-19 Naik Lagi
-
Satgas: Waspada! Kasus Corona di Indonesia Kembali Naik
-
Omicron Terdeteksi di Bone, Satgas Siagakan 45 Tempat Tidur di RS
-
Corona RI Hari ini: DKI Tertinggi, Sulsel Pernah 0 Kasus, Kini Melejit Lagi