Malaysia Catat Rekor Kematian Akibat Corona, WHO Ingatkan Indonesia
Berdasarkan data, tercatat 61 orang meninggal Senin kemarin. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi melanda 2020 lalu.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Malaysia mencatat rekor kematian tertinggi akibat Corona, Senin kemarin. Negeri Jiran juga mengalami lonjakan kasus hingga 6.000 dalam sepekan.
Berdasarkan data, tercatat 61 orang meninggal Senin kemarin. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi melanda 2020 lalu.
Semua korban yang meninggal adalah warga negara Malaysia, berusia 27-98 tahun. Banyak dari mereka mengidap hipertensi dan darah tinggi.
Sebanyak 55 kasus, meninggal di rumah sakit. Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan enam kasus kematian dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.
Diberitakan Channel News Asia, pasien Corona yang dirawat di ICU juga membeludak. Ada sebanyak 771 pasien dirawat, yang juga merupakan rekor terbanyak. Dari jumlah tersebut, 369 pasien membutuhkan bantuan pernapasan.
Negara bagian Selangor menyumbang 2.049 kasus dari total 6.509. Selanjutnya 329 kasus dilaporkan di negara bagian Negeri Sembilan.
Kuala Lumpur dan Johor masing-masing melaporkan 468 kasus baru. Sebanyak 530 infeksi lainnya diidentifikasi di Sarawak dan 384 di Penang.
Hanya 20 dari kasus baru yang merupakan infeksi impor, 17 dari warga negara Malaysia dan 3 orang asing.
Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah juga mengumumkan bahwa 20 cluster baru telah muncul sehingga total nasional cluster aktif menjadi 570.
Delapan cluster baru terkait dengan tempat kerja, enam cluster di komunitas dan tiga cluster berasal dari pertemuan keagamaan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan negara tetangga Malaysia termasuk Indonesia agar mewaspadai kondisi ini. WHO menilai kasus di Malaysia bisa menjadi ancaman bagi Indonesia jika tak dilakukan pembatasan antarnegara.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
