Buntut Bocornya Data Pribadi 279 WNI, Kemendagri Lepas Tangan: Bukan Kami
Dari struktur dan pola datanya, dipastikan data yang beredar bukan dari Dukcapil. Data diiklankan oleh user bernama Kotz.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berlepas diri dari isu bocornya data pribadi 279 warga negara Indonesia. Kemendagri menyebut, data itu diperjualbelikan oleh sebuah user bernama Kotz.
Hasil analisis yang dilakukan tim Dirdukcapil menyebutkan pelaku mengiklankan penjualan data individu di website. Nama user yang mengiklankan data itu adalah Kotz.
"Pada iklan di website tersebut yang bersangkutan memberikan link sampel data individu yang bisa di-download sebagai sampel data. Data yang sudah di-download berbentuk file CSV (comma-separated value) dan setelah diimpor berjumlah 1.000.000 rows," kata
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangannya, Jumat (21/5/2021).
Zudan juga mengungkapkan, hasil impor data sampel tersebut, diperoleh struktur data yang terdiri atas kolom-kolom sebagai berikut: PSNOKA, PSNOKALAMA, PSNOKALAMA2, NAMA, NMCETAK, JENKEL, AGAMA, TMPLHR, TGLLHR, FLAGTANGGUNGAN, NOHP, NIK, NOKTP, TMT, TAT, NPWP, EMAIL, NOKA, KDHUBKEL, KDSTAWIN, KDNEGARA, KDGOLDARAH, KDSTATUSPST, KDKANTOR, TSINPUT, TSUPDATE, USERINPUT, USERUPDATE, TSSTATUS, DAFTAR.
Zudan menyebut, dari struktur dan pola datanya, dipastikan data yang beredar bukan dari Dukcapil.
"Saya memastikan itu bukan data yang bersumber dari Dukcapil. Karena struktur data di Dukcapil tidak seperti itu. Struktur data di Dukcapil tidak ada tanggungan, email, npwp, no hp, tmt, tat," kata Zudan.
Diketahui, data pribadi 279 juta penduduk Indonesia diklaim telah bocor dan dijual secara online di forum hacker Raid Forums. Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga nilai gaji.
