TORUT, PEDOMANMEDIA - Akun Facebook Sandabunga kembali membuat heboh jagad medsos di Toraja usai melempar cuitan 'Gusti, Sekda Partikuler Torut'. Cuitan ini langsung direspons oleh Gusti Palumpun, Staf Khusus Bupati Toraja Utara.
Gusti menilai, cuitan Sandabunga bernada provokasi dan fitnah. Ia pun berharap polisi segera menangkap sang pemilik akun.
"Cuitannya penuh fitnah dan provokasi. Tidak benar yang dituduhkan itu. Ini yang kesekian kali akun palsu ini menyebar fitnah di Toraja. Polisi harus tindak ini," terang Gusti, Minggu (9/5/2021).
Dalam cuitannya yang ia beri judul 'Gusti, SekDa Partikulir Torut', Sandabunga menulis tentang beberapa peristiwa di mana Gusti bertindak memarahi ASN. Ia juga menuding Gusti pernah ngamuk-ngamuk di depan ASN.
"Suatu hari Gusti datang ngamuk-ngamuk ke kantor Bupati, memarahi seorang Ibu karena tak mengangkat teleponnya, “Saya ini staf khusus Bupati, kalau saya telepon kamu harus angkat”, demikian ucapnya dengan nada tinggi," begitu tulis Sandabunga.
Tuduhan ini dibantah keras Gusti.
"Itu benar-benar fitnah," ketusnya.
Berikut ini cuitan lengkap akun Sandabunga di FB:
"Kemungkinan besar si Gusti ini dulunya bercita- cita jadi ASN lalu jadi pejabat sehingga bisa tunjuk sana-tunjuk sini memerintah bawahan seenaknya. Sayangnya cita-cita nya tak kesampaian walau sudah berkali-kali ikut tes CPNS selalu saja Tikadang.
Dijaman otonomi daerah dengan sistim pilkada langsung, rupanya hasrat lamanya kembali kambu. Setelah dimintai tolong oleh Ombas untuk membantu menyiapkan segala hal yg berkaitan dengan Bupati, Gusti Palumpun menerimanya dengan senang hati, lalu memproklamirkan dirinya sendiri sebagai Staf khusus melanpaui Timses yg berjuang sejak awal.
Suatu hari Gusti datang ngamuk-ngamuk ke kantor Bupati, memarahi seorang Ibu karena tak mengangkat teleponnya, “ Saya ini staf khusus Bupati, kalau saya telepon kamu harus angkat”, demikian ucapnya dengan nada tinggi.
Lalu saat acara Kantor Bupati Mobile ke Baruppu, Gusti juga marah ke ASN kecamatan bahkan sang camat Baruppu na dullu- dullu sebab tak menyiapkan meja makan khusus buat Sang Bupati. Gusti lupa kalau Ombas itu Bupati merakyat, lebih senang jika bisa duduk makan bersama warganya walau harus melantai.
Gusti Palumpun ini perlu disekolahkan ulang, dia harus tahu etika publik. Seseorang ASN yg berseragam tugas tak boleh didullu- dullu sembarang oleh orang bukan alasannya, sebab baju seragamnya juga adalah simbol pemerintah. ASN itu representasi pemerintah, Memarahi ASN sama saja kamu Memaki pemerintah jika kamu bukan atasannya.
Begitulah relawan yg kurang berkeringat dalam perjuangan, penumpang gelap yg tiba2 lompat keatas gerbong kereta yg hampir tiba.
Kasih dia proyek PL Jambatan Bambu atau Sumur Timba,"
Gusti yang juga Pendiri PEDOMANMEDIA ini mengatakan akun Sandabunga ini bukan kali pertama menyebar provokasi dan fitnah di masyarakat Torut. Akun palsu ini sudah kerapkali meresahkan warga.
"Sudah banyak meresahkan masyarakat karena kerap menyebarkan informasi bohong atau hoax. Hanya saja saya nda tahu kenapa pemilik akun palsu ini masih dibiarkan berkeliaran. Harusnya polisi sudah bertindak. Karena provokasinya bisa menimbulkan ekses sosial yang buruk di masyarakat," tandas Gusti.
Masih kata Gusti, akun itu juga sempat memposting info hoax tentang pendeta di Toraja. Yang kemudian memicu keresahan di masyarakat. Dan akhirnya dia meminta maaf waktu itu.
Gusti menduga banyak orang yang mengirimkan informasi yang tidak akurat, kemudian akun Sandabunga mempostingnya di berbagai group Facebook toraja.
"Saya perkirakan begitu. Dia kumpulkan informasi dari siapa saja lalu dia bikim tulisan di FB. Saya juga menduga ini akun palsu. Dia memang sepertinya dibuat untuk menyerang privasi orang lewat postingannya," jelas Gusti.
Gusti berharap polisi tidak mendiamkan akun abal-abal seperti ini. Karena ini bisa menjadi pemicu perpecahan di masyarakat.
BERITA TERKAIT
-
Polisi Masih Buru Admin Grup FB 'Fantasi Sedarah'
-
BPJS Satu Buka Layanan Informasi dan Pengaduan di Rumah Sakit
-
Lasmi Rasakan Manfaat Program JKN, Dampingi Pengobatan Hydrosefalus Sang Buah Hati
-
Rufina Sukirman Penderita Asma Asal Torut, Terbantu Dengan Program JKN
-
Diskusi Pendidikan di Tator-Torut: Sekolah Harus Hati-hati Praktik Pungli