Muh. Syakir : Sabtu, 08 Mei 2021 11:20
Badai Corona India menjadi ancaman global. (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menganalogikan badai Corona India akan mencapai Indonesia dalam dua bulan. Karenanya Menkes ngotot pengetatan. Tak hanya mudik, ia juga minta sekolah tatap muka ditunda.

"Kita tidak bisa membayangkan bagaimana ini menjadi mutasi global. Makanya potensi potensi penyebaran harus ditutup. Kita akan menghadapi situasi lebih serius jika tidak," ucap Menkes.

Menkes menyebut, RI harus bersiap menghadapi ancaman gelombang mutasi yang lebih mengerikan.

"Kita harus siap mengantisipasi semua kemungkinan itu. Badai Corona yang kini dihadapi India memungkinkan jadi mutasi global," terang Menkes.

Mutasi global itu akan memicu masuknya varian ganda dari berbagai negara di dunia.

Di antaranya B.1.1.7 dari Inggris, B.1.351 dari Afrika Selatan, P.1 dari Brazil serta varian mutasi ganda B.1.617 di India.

Yang paling mengkhawatirkan adalah mutasi baru dari India. Mutasi India ini akan menjadi gelombang baru Corona dunia. Ekskalasi dimungkinkan lebih luas dan cepat.

“Gelombang kasus di India dipengaruhi mutasi virus dan pelonggaran penegakan protokol kesehatan. Akibatnya penularan terjadi kembali dengan mutasi baru dan naik sangat tinggi," ujar Budi.

"Ini pelajaran bagi kita semua agar selalu berhati-hati mengamati laju penularan COVID-19 ini,” lanjutnya.

Budi menjelaskan, Indonesia secara agresif melakukan pemeriksaan Whole Genome Squencing (WGS).

Dengan cara ini akan diketahui lebih cepat karakteristik virus Covid-19, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat penularan dan meningkatkan kesembuhan.

Berdasarkan data Worldometers pada 24 April 2021, total kasus Corona di India sudah mencapai 16.263.695 kasus. Sementara total pasien yang sudah sembuh dilaporkan sebanyak 13.648.159 orang, sedangkan 186.928 lainnya meninggal dunia.