Cerita Kades di Balik Pembunuhan Aliani: Pelaku Kesal Jalan Cor ke Rumahnya tak Dikerja
Sahar marah. Ia mendatangi Aliani. Sebagai kepala dusun, Aliani ia anggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Kepala Desa Karama, Jusman mengungkap cerita di balik pembunuhan Aliani, seorang kepala dusun di desanya. Aliani dihabisi Sahar, tetangganya sendiri karena kesal jalan beton ke rumahnya tak dikerja.
"Di depan rumahnya itu, dia minta untuk dicorkan kurang lebih dua meter. Dikasi juga campuran di situ maksudnya. Tapi belum bisa dikerja karena tidak ada tukang," tutur Jusman, Kamis (6/5/2021) malam.
Karena telat dikerja, Sahar marah. Ia mendatangi Aliani. Sebagai kepala dusun, Aliani ia anggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab. Lalu ia tumpahkan kekecewaannya pada korban.
Menurut warga, saat itu Sahar datang marah marah. Mereka sempat terlibat cekcok. Sahar bahkan berulang kali melontarkan ancaman pada sang kepala dusun.
"Dia datang menanyakan ulang apakah permintaan cor itu mau dikerja atau tidak?
Korban bilang kerja maki, nanti dikasi cor. Tapi dia (tersangka) jawab, saya tidak mau. Saya maunya dikerjakan sama tukang," ujarnya
Tapi saat itu tukang yang diharapkan untuk mengerjakan beton itu kebetulan juga sedang kerja. Sehingga pengerjaan di depan rumah Sahar belum bisa dilakukan.
"Saat itu kan tukang lagi bekerja. Jadi tukang tidak mau," tambahnya.
Sepertinya inilah yang membuat Sahar makin kesal. Selain melontarkan ancaman, ia juga diketahui meneror Aliani.
Sehari setelah itulah Aliani ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di tubuh. Di saat bersamaan Sahar menghilang.
Jusman menerangkan bahwa tidak ada warga yang dispesialkan atau diberi perlakuan khusus oleh pemerintah desa soal jalan beton masuk ke rumahnya. Semua diperlakukan sama.
Hanya saja, Sahar memaksa agar jalan cor depan rumahnya dikerja lebih cepat. Sementara tenaga pekerja tidak ada. Kata Jusman, pelaku merasa tidak
"Cuman kebetulan yang ikut kerja, sekitar 2, 3 orang berhadapan rumah dengan tersangka. Mungkin ada lebih campuran, sekalian dia ratakan. Supaya enak masuk motornya," imbuhnya.
Kata Jusman, rabat beton jalan desa ini anggarannya bersumber dari dana desa dengan panjang 300 meter dan lebar 4 meter.
Sehari setelah peristiwa pembunuhan itu, Sahar menghilang. Polisi lalu menetapkannya sebagai tersangka.
Pelarian Sahar (28) terhenti di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Jumat 23 April 2021 lalu. Perburuan terduga pembunuh Aliani ini berlangsung lebih dari 72 jam.
Berikut ini jejak pelarian Sahar sebelum akhirnya tertangkap.
Usai menghabisi Aliani (34), Kepala Dusun Katangka, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Sahar kabur meninggalkan kampung halamannya. Dalam 72 jam ia beberapa kali berpindah kota.
"Dia dua hari di Kalimantan bersembunyi. Satu hari di Jakarta" kata Kepala Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Daniel Nainggolan, Selasa (27/4/2021).
Tapi sebelum ke Kalimantan, lanjutnya, tersangka sempat ke rumah keluarganya di Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Bulukumba.
"Di sana dia titip motor dengan badiknya. Tapi keluarganya tidak tahu kalau ada kasus begini," kata Daniel.
Daniel menjelaskan, tersangka tidak sempat nginap di Garuntungan. Dia langsung menuju ke kota Parepare untuk menunggu kapal.
"Dari Parepare inilah, tersangka langsung ke Kalimantan," ujarnya.
Dari Kalimantan ia berencana ke Papua lewat bandara Jakarta. Saat penerbangan dari Papua ke Jakarta, jejaknya teridentifikasi. 23 April tim Reskrim Polres Bulukumba menuju Bandara Soekarno Hatta dan berhasil meringkus Sahar saat menanti penerbangan ke Papua.
Daniel menerangkan motif pembunuhan dugaan sementara karena kekecewaan tersangka terhadap korban. Tersangka marah karena pengerjaan jalan beton tidak sampai ke depan rumahnya.
"Kalau menurut pengakuan dari tersangka, infonya dia tidak mendapat perlakuan yang adil. Ada yang tidak dicor di dekat rumahnya," ungkapnya.
Meski begitu, menurut Daniel, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pembunuhan ini berencana atau bukan. Penyidik mendalaminya.
"Tersangka melakukan dengan sebilah badik. Kalau soal pembunuhan berencana atau bukan, itu masih didalami" terangnya.
