BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Harga kebutuhan pokok petani melonjak, sementara harga hasil pertanian di Bantaeng merosot. Bupati Bantaeng, Ilham Azikin akan melakukan report kepada pemerintah yang memiliki kebijakan.
Ia mengatakan bahwa situasi harga memang menjadi sebuah persoalan kepada masyarakat petani sekarang, sehingga pihaknya terus melakukan langkah-langkah agar masyarakat tidak mengalami kerugian.
"Persoalan harga telah ditentukan oleh pasar, sehingga kami akan melakukan report kepada pemerintah yang memiliki kebijakan agar bisa mengintervensi harga," katanya.
Namun dengan tentunya sebelumnya Ia telah memerintahkan kepada pihaknya untuk melakukan perbaikan data, serta melakukan peninjauan harga di pasar.
"Kami akan melakukan peninjauan di pasar, sebab kita butuh intervensi cepat dari kementrian terkait agar masyarakat tidak merugi," tambahnya.
Sementara terkait dengan harga pupuk bersubsidi yang juga mengalami kenaikan harga, Ia menyebut bahwa persoalan itu menjadi dilematis. Sebab kata dia bahwa pengecer ada harga yang ditentukan
"Namun kita kasihan juga kepada mereka, karena biaya mobilisasi ya pasti mahal. Memindah barang dari suatu tempat pasti butuh biaya," pungkasnya.
Berikut Hasil Riset sementara dari Forum Pemerhati Rakyat (FPR) Bantaeng, rentetan kenaikan harga kebutuhan pokok petani dari tahun ke tahun, Harga pupuk bersubsidi dari hari 90 ribu sekarang naik jadi Rp115 ribu.
Harga racun posat tahun lalu Rp55 ribu dan sekarang naik jadi Rp60 ribu, racun gramaxone tahun lalu hanya Rp60 ribu dan sekarang naik jadi Rp70 ribu, harga hasil produksi pertanian yang anjlok, harga bawang merah tahun lalu harga Rp27 ribu per kg, dan sekarang turun jadi Rp7 ribu rupiah per kg, kopi tahun 2019 mencapai Rp17-19 ribu per liter, (gabah/peco') tahun 2020 turun jadi Rp10.500-7.000 per liter.
"Kami butuh keberpihakan pemerintah agar bisa mengintervensi harga bahan pokok petani, dan harga hasil produksi pertanian. Sebelum kami mengalami keterpurukan ekonomi," kata Ketua FPR Bantaeng, Ahmad Pasallo
BERITA TERKAIT
-
Ada Dugaan Suap, Jaksa Disebut Tebang Pilih Tetapkan Tersangka Kasus DAK Pertanian Bantaeng
-
FASI XII Tingkat Provinsi akan Digelar di Bantaeng, Dibuka Prof Zudan 25 Juli
-
Kelurahan Bonto Lebang Jadi Penggunaan Pertama EBT di Sulselrabar Melalui REC PLN
-
Sekda Bantaeng Buka Pelatihan-Sertifikasi PBJB: Pengadaan Barang dan Jasa Rawan
-
Pj Bupati Abubakar Lepas Tim Sepak Bola U-10 Bantaeng Berlaga di Yogyakarta