Minggu, 02 Mei 2021 07:25

Saat Penipuan Siber Kian Marak, ini Kata Kanit Tipidter Polres Bulukumba

Aipda Ahmad Fathir
Aipda Ahmad Fathir

Uniknya meski sudah banyak yang jadi korban, masih ada juga yang tertipu. Cara pelaku meyakinkan korbannya memang kadang mengecoh.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Teknologi informasi memberi angin segar untuk kemajuan dan peradaban manusia. Tapi teknologi juga membuat kejahatan siber kian merajalela.

Kepala Unit Tipidter Satreskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fathir berbicara rumitnya menangani kejahatan siber. Kata dia, semakin maju teknologi, semakin maju pula modus-modus kejahatan di dunia digital.

"Yang paling banyak terjadi adalah penipuan melalui pesan berantai. Dulu via SMS, sekarang sarananya makin beragam. Ada Whatsapp. Ada media sosial. Semua bisa dimanfaatkan jadi sarana kejahatan," tuturnya.

Baca Juga

Fathir menerangkan, para penipu tak pernah kehabisan akal untuk menjerat korbannya. Termasuk pesan penipuan yang dikirim melalui SMS. Tetap saja marak sampai sekarang.

Uniknya meski sudah banyak yang jadi korban, masih ada juga sebagian masyarakat yang tertipu. Kata Fathir, cara pelaku meyakinkan korbannya memang kadang mengecoh.

"Mereka punya banyak trik meyakinkan korban. Itu yang kadang tak disadari. Jadi hati-hati," katanya.

"Salah satu bentuk penipuan SMS yaitu mengatasnamakan aplikasi pesan populer, WhatsApp," katanya.

Olehnya harus dicegah lebih awal. Menghindari sejak dini untuk selamat dari aksi-aksi kejahatan tersebut.

Ahmad Fathir pun memberikan trik agar terhindar dari aksi penipuan tersebut.

"Seperti tidak meng-klik tautan yang dikirim melalui pesan singkat," ujarnya.

Pasalnya menurut dia, pesan tersebut bukanlah pesan resmi dari pihak WhatsApp. Ada kemungkinan pesan tersebut bakal menjebak targetnya, dan mengarah pada kasus phising yang banyak terjadi.

"Hati-hati, karena para pelaku kejahatan di dunia siber selalu melihat peluang yang sangat memungkinkan bisa menghasilkan uang. Seperti saat ini akan memanfaatkan isu tentang Ramadan," pinta Fathir.

Sehingga Fathir meminta agar pesan-pesan yang berisi iming-iming hadiah sebaiknya diabaikan.

"Dan kalau bisa kami imbau langsung blokir nomor yang digunakan mengirim pesan ke nomor kita, karena itu adalah langkah aman dan itu yang saya lakukan secara pribadi jika menerima pesan," tukasnya.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Kejahatan Siber #Polres Bulukumba
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer