Bangsa Sakit
Kasus Corona di Indonesia belum jelas kapan akan berakhir. Indoesia terancam ke jurang resesi
KALAU melihat angka-angka, rasanya negeri ini tak begitu miskin.
2019 kita menghabiskan Rp 25 triliun untuk Pemilu. Desember nanti ada pilkada serentak. Mau tahu berapa uang yang akan berputar di sana? Rp 35 triliun.
Satu lagi, lima bulan darurat Corona, lebih dari Rp 500 triliun digelontorkan untuk upaya pemulihan. Ini belum APBD setiap provinsi yang dikeruk Rp 50 miliar sampai Rp 500 miliar.
Tapi apa yang terlihat? Berakhirkah pandemi? Atau ekonomi sudah pulih?
Alih-alih berakhir, pandemi malah kian memuncak. Hingga kemarin, angka positif Covid-19 sudah menembus 140 ribu kasus.
Dalam empat pekan terakhir terjadi penambahan kasus harian di atas rata-rata. Melebihi penambahan di periode Mei dan Juni. Padahal Mei-Juni adalah periode dengan statistik tertinggi sejak Februari.
Sejak akhir Juli, angka penambahan kasus menyentuh 1.500 per hari. Diprediksi, jika sampai Desember masih dengan kurva rata-rata seperti ini, maka kasus Corona di Tanah Air bisa mencapai 250 ribu.
Lalu ke mana Rp 500 triliun itu? Rp 500 triliun habis dalam lima bulan. Tapi sama sekali tak mengubah apa-apa.
Belum lagi soal dana bansos yang tak ketahuan juntrungannya. Dana bansos di guyur habis-habisan. Tapi apa yang sampai kepada rakyat.
Cuma segepok sembako. 10 bungkus mi instan. Sekaleng biskuit. Dan sebungkus minyak goreng.
Lalu di mana uang sekian miliar itu? Ke mana angka-angka triliunan itu?
Maka wajar jika KPK mulai menelisik duit besar bansos. Karena jelas ada yang tidak beres di sana.
Logika sederhana saja sebenarnya. Kalau angkanya sampai triliunan, lalu mengapa hanya dapat segepok sembako? Pun sembakonya hanya cukup dimakan dua tiga hari.
Setali tiga uang, upaya pemulihan ekonomi juga terlihat begitu agresif. Sayangnya progresnya juga nol.
Di kuartal kedua ini pertumbuhan ekonomi RI minus 5,32%. Satu kuartal ke depan kita bertaruh nasib. Kalau kontraksi ini berlanjut masih di atas minus 5, maka dipastikan Indonesia ke jurang resesi.
Indonesia akan menyusul Amerika, Jerman dan Korsel. Jepang juga sudah mengumumkan resmi resesi dua hari lalu.
Kalau Jepang, Jerman dan Korsel dengan penanganan pandemi yang cukup baik bisa jatuh dalam resesi, apakah Indonesia dengan penanganan yang awut-awutan masih mungkin selamat?
KRISIS Corona menyedot lebih dari 70% anggaran. Dua sektor vital, infrastruktur, pendidikan terpaksa dikorbankan.
Hampir 50% proyek infrastruktur di Tanah Air dihentikan. Pendidikan juga menerima imbas besar. Di sektor ini anggaran dialihkan untuk menalangi darurat Corona.
Sektor-sektor alternatif juga terhenti total. Hanya ada dua yang menjadi konsen pemerintah. Yakni penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.
Belajar dari lima bulan penanganan Corona, sepertinya pemulihan ekonomi juga bakal alot. Tak hanya terancam resesi. Indonesia memungkinkan kembali pada siklus krisis 98.
Jadi dua hal yang telah menyedot duit besar, pandemi dan pemulihan ekonomi. Tapi justru membuat kesulitan kita makin memuncak.
Kita sedang sakit sekarang. Uang dikerok habis. Lalu kita terancam menghadapi pandemi berkepanjangan pula.
Lalu sampai kapan? Entahlah.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
