BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Polisi belum mengidentifikasi jejak pembunuh Aliani, seorang kepala dusun di Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba yang dihabisi dengan sadis. Pengejaran sudah berlangsung 72 jam sejak penetapan tersangka 21 April lalu.
"Kami juga sedang proses pencarian tersangka. Dan kami pastikan akan kami dapat itu tersangka," kata Kepala Unit Pidum Satreskrim Polres Bulukumba, Ipda Daniel Nainggolan, Jumat (23/4/2021) malam.
Aliani ditemukan tewas tergeletak di depan rumahnya, pada Senin (19/4/2021) lalu. Ia tewas dengan belasan luka tusuk.
Kurang dari 48 jam, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Lalu 21 April seorang pria ditetapkan sebagai tersangka. Identitas pria itu masih dirahasiakan polisi.
Sayangnya hingga kini jejaknya belum terendus. Perburuan sudah memasuki hari ketiga atau 72 jam sejak penetapan tersangka.
Tak butuh waktu lama bagi polisi dalam mengantongi identitas terduga pelaku. Polisi pun sudah menetapkan tersangka sejak 21 April 2021.
Daniel mengatakan, pihaknya masih merahasiakan identitas tersangka. Termasuk ciri-cirinya. "Nanti kami akan sampaikan kalau udah didapat," jelasnya.
Sebelumnya, keluarga korban pembunuhan Aliani, bersama puluhan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Bulukumba berunjuk rasa di depan Mako Polres Bulukumba, Jumat (23/4/2021) siang.
Mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembunuhan.
"Tak butuh waktu lama bagi polisi mengantongi identitas terduga pelaku. Tapi kok sampai sekarang belum ditangkap?," kata Asdar Sakka, keluarga korban saat berorasi.
Asdar meyakini polisi bekerja profesional. Hanya saja kedatangannya untuk kembali mengingatkan polisi. Sebab beberapa informasi di lapangan, keberadaan pelaku masih simpang siur.
"Simpang siur informasinya. Ada kabar bahwa posisi pelaku ada di Garuntungan. Namun di saat yang sama, informasi pelaku ada di tempat lain," ungkapnya.
Ia menyampaikan jika dalam waktu 3 x 24 jam ke depan, pelaku belum juga ditangkap, maka pihaknya kembali akan mendatangi Mako Polres Bulukumba dalam jumlah yang lebih banyak.
Ketua PPDI Bulukumba, Sappewali Kutong ikut mengutuk pembunuhan sadis itu. Apalagi menurutnya, Aliani terbilang baru terpilih menjadi kadus.
"Baru terpilih kasian. Dilantik dan menjabat kadus baru sekitar sebulan. Belumpi terima gaji," kata Black, sapaan akrab Sappewali Kutong.
Masih di tempat yang sama, Kabag Ops Polres Bulukumba AKP Muhammad Ramli yang menemui demonstran menegaskan jika proses pengejaran terhadap pelaku masih berjalan.
"Kalau tidak ada proses dilakukan. Tidak mungkin ada data didapat," ujar mantan Kasat Intelkam Polres Bulukumba tersebut.
"Di Garuntungan didapat satu unit sepeda motor. Juga senjata tajam. Setelah dilakukan pendalaman, diduga dipakai oleh pelaku," tambahnya.
Ia juga meminta demonstran agar tetap tenang, sembari menunggu hasil dari proses yang berjalan sekarang.
BERITA TERKAIT
-
Cekcok, Pria di Bulukumba Tembak Mati Paman Pakai Senapan Angin
-
Rakor Lintas Sektoral, Kapolres Bulukumba Bicara Persiapan Pengamanan Pilkada
-
Antisipasi Chaos di Pilkada, Polres Bulukumba Simulasi Pengendalian Massa
-
Perkosa Bocah Perempuan Berulang Kali, Kakek di Bulukumba Ditangkap
-
Polisi Bakar 2 Arena Judi Sabung Ayam di Bulukumba