Jumat, 23 April 2021 10:38

Pencarian KRI Nanggala-402: Terdeteksi di Kedalaman 100 M, Lalu Hilang Lagi

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Rabu lalu. (int)
Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Rabu lalu. (int)

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono membenarkan adanya titik kemagnetan tinggi pada kedalaman 50-100 meter. Tapi hilang beberapa saat.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) sempat memberi tanda keberadaannya di kedalaman 100 meter. Tim mengidentifikasi adanya pergerakan, namun hilang dalam beberapa saat.

"KRI RE Martadinata sempat mendeteksi adanya pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot. Tetapi laporan tersebut belum bisa disimpulkan bahwa itu adalah KRI Nanggala," terang Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad, Kamis (22/4/2021).

Menurut Riad, sulit untuk langsung menyimpulkan bahwa itu KRI Nanggala karena hanya terdeteksi beberapa saat dan hilang. Karena itu ia muluruskan bahwa KRI Nanggala telah ditemukan 21 jam yang lalu.

Baca Juga

Selanjutnya soal temuan tumpahan minyak di beberapa titik, Riad mengemukakan, indikasi itu juga belum mengarah ke KRI Nanggala. Ia menyatakan butuh penelitian lebih jauh untuk memastikannya.

Tumpahan tersebut terlihat oleh awak Helikopter Panther 4211, KAL Bawean, dan KRI RE Martadinata 331.

Terkait temuan ini, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, jika itu bersumber dari KRI Nanggala maka ada ada dua kemungkinan yang menyebabkan terjadinya tumpahan minyak.

Kemungkinan pertama adalah adanya keretakan di tangki. Karena kondisi black out atau matinya kelistrikan, tangki bisa mengalami keretakan bila posisi kapal selam memasuki kedalaman 500-700 meter.

Kemungkinan kedua ialah minyak tersebut sengaja ditumpahkan. Ini bisa dilakukan saat kapal selam berada di kedalaman 50-100 meter.

“Di situ ada oli dan ada minyak, dihembuskan dibuang dalam upaya ini untuk mengapungkan. Jadi, untuk meringankan berat kapal tersebut, sehingga kondisinya bisa melayang,” ucapnya, dilansir dari Antara, Kamis (22/4/2021).

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono juga membenarkan adanya titik dengan kemagnetan tinggi berada pada kedalaman 50-100 meter.

"Tadi baru kita temukan saat Panglima ke sana, ada kemagnetan yang tinggi di suatu titik di kedalaman 50-100 meter melayang," ungkapnya, Kamis.

Yudo berharap itu merupakan tanda keberadaan kapal selam KRI Nanggala-402.

Editor : Muh. Syakir
#KRI Nanggala 402 #TNI AL #Kapal Selam Hilang
Berikan Komentar Anda