Jusrianto : Selasa, 13 Oktober 2020 14:01
Aksi unjuk rasa di Depan Kantor DPRD Bantaeng.

BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Aliansi Mahasiswa Bersatu Bantaeng menggelar aksi unjuk rasa menolak Ommnibus Law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Bantaeng. Legislator fraksi PKS dan Demokrat menyatakan sikap menolak Omnibus Law.

"Saya sebagai wakil rakyat Bantaeng menegaskan, bahwa kami dari Fraksi PKS menolak Omnibus Law, karena kami anggap UU ini tidak memihak rakyat," katanya.

Ia mengatakan, bahwa akhir-akhir ini di Bantaeng sudah menjamur investor dari negara asing.

"Sekarang saja sudah banyak investor asing yang masuk ke Bantaeng ," tambahnya.

Selain Fraksi PKS, Herlina Haris dari Fraksi Demokrat pun menyuarakan penolakannya di tengah -tengah demonstran. Ia berjanji akan membawa aspirasi rakyat Bantaeng ke pusat yang menciptakan UU yang penuh dengan kontroversi tersebut.

"Kami kasihan kepada rakyat, utamanya kepada buruh. Sebelum saya jadi DPR saya pernah jadi buruh, jadi saya tahu rasanya jadi buruh bagaimana," pungkasnya.

Dalam aksi yang diwarnai dengan pembakaran ban di bahu jalan itu dikawal ketat pengamanan dari gabungan Polri dan TNI.

Meski demikian, para demonstran tetap meneriakkan penolakan UU Omnibus Law yang dianggap akan menyengsarakan rakyat.

"Innalilahi wainnailaihi rojiun atas meninggalnya hati nurani dewan perwakilan rakyat kita" teriak koordinator aksi, Gunawan

Gunawan meminta agar aksi perjuangannya tersebut agar tidak dihambat oleh pihak keamanan, baik polisi maupun TNI, sebab kata dia, bahwa aksinya tersebut merupakan perjuangan murni untuk rakyat.

Setelah berita ini diterbitkan aksi demonstran masih berlangsung dan menunggu jawaban dari Ketua DPRD Bantaeng.