Muh. Syakir : Rabu, 14 April 2021 22:20
Nadiem Makarim (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Tak hanya Pratikno, dan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Mendikbud Nadiem Makarim juga masuk dalam daftar menteri kabinet yang bakal direshuffle. Sejumlah figur menguat menggantikan Nadiem.

Nama Abdul Mu'ti salah satunya. Kader senior Muhammadiyah itu kembali diusul banyak pihak masuk kabinet. Mu'ti digadang mengisi pos Mendikbud.

"Saya kira sangat layaklah beliau di posisi itu (Mendikbud). Basic beliau kan memang di sana. Saya kira sangat layak," terang Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, Rabu (14/4/2021).

Sunanto mengatakan, Mu'ti adalah seorang pendidik. Ia memiliki kualifikasi cukup di bidangnya.

"Mas Mu'ti punya histori yang jelas untuk pos itu. Dia tahu bagaimana mengubah wajah pendidikan kita," katanya.

Nadiem sendiri banyak diusul diganti karena dianggap gagal mengangkat sektor pendidikan Indonesia. Nadiem dinilai tak punya terobosan. Terutama saat pembelajaran daring harus dijalani siswa akibat pandemi.

Isu reshuffle mengemuka seiring dengan rencana peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Di sisi lain, muncul juga dorongan evaluasi menteri lain.

Salah satu menteri yang dinilai layak diganti adalah Nadiem Makarim. Sebagian pihak menilai Abdul Mu'ti menjadi sosok yang cocok mengisi pos Kemendikbud-Ristek.

Sebetulnya Presiden Jokowi pernah hampir mengangkat seorang wakil Mendikbud. Namun tawaran yang dialamatkan ke Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti tersebut ditolak.

Isu reshuffle kabinet berembus setelah Presiden Joko Widodo mengisyaratkan membentuk satu lagi kementerian. Bocoran terbaru menyebut bakal ada lima menteri yang terdepak.

"Saya rasa jelas ya siapa-siapa. Terlihat pada kinerja para menteri itu. Siapa yang layak dipertahankan siapa tidak," ujar Ketua Jokowli Mania (Joman) Immanuel Ebenezer.

Noel sapaannya mengungkapkan, ia punya versi mengenai menteri-menteri yang memungkinkan terdepak. Ada setidaknya 5 menteri yang dianggap layak masuk daftar reshuffle.

Mereka adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Agraria Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Syahrul sendiri telah sejak beberapa bulan lalu diusulkan oleh Noel untuk diganti.

"Iya Mentan ini tidak memenuhi harapan publik. Padahal kan ini sektor paling urgen. Saya rasa ini salah satu pos yang paling dipertimbangkan Jokowi," jelas Noel.

Noel juga memberi penilaian terhadap kinerja Mendag. Mendag Muhammad Lutfi

dinilai bekerja di luar skenario Presiden. Terutama saat kebijakan impor beras tidak mengacu pada instruksi kepala negara.

"Begitu juga Menkominfo kita melihat kinerjanya masih melempem. Dan terakhir Pratikno saya rasa jangan dipertahankan lagi," katanya.