Pungli Pasar Sentral Bulukumba, Legislator Golkar Duga Ada Setoran ke Atasan
Seorang Kepala Pasar tidak mungkin akan berani melakukan tindakan (pungli) seorang diri. Karenanya kasus Pungli Pasar Sentral Bulukumba akan terus didalami.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di pasar Sentral Bulukumba mendapat tanggapan dari legislator partai Golkar Bulukumba, Juandy Tandean.
Tak hanya itu, JT sapaan akrabnya, terus mendalami dugaan pungli yang terjadi di Pasar Sentral Bulukumba tersebut.
Ia menduga, sejumlah uang yang diduga diminta oleh Kepala Pasar, Amir, kepada pedagang juga mengalir ke atasannya.
"Saya menduga ada setoran ke atas. Lari ke mana itu duit? Saya tidak mau menyebut siapa orangnya. Tapi dalam struktur birokrasi jelas ada penanggungjawab," kata JT, Rabu (14/4/2021).
Sebab menurutnya, kejadian seperti ini sering terjadi dengan kasus yang serupa. Bukan hanya di Pasar Sentral, JT mensinyalir juga terjadi di pasar-pasar lain.
"Apakah mungkin seorang kepala pasar berani lakukan ini? Tidak mungkinlah seorang diri," tambahnya.
Olehnya JT menagih janji bupati baru yang sebelumnya mengkampanyekan visi misinya yang populer "dikerja bukan dicerita".
"Apa tindakannya dengan hal-hal begini. Ini yang kita tunggu, dikerja bukan dicerita," pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, belum dikonfirmasi pihak Dinas Perdagangan dan Perinduatrian Bulukumba.
Sebelumnya, DPRD Bulukumba menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Sentral Bulukumba.
RDP tersebut menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Munthasir Nawir, Kepala Seksi Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Muh. Syukur, Kepala Pasar, Amir, serta para pedagang di ruang rapat Komisi B DPRD Bulukumba, Kamis (8/4/2021).
Kepala pasar Sentral Bulukumba, Amir, membantah tudingan terhadap dirinya yang meminta duit kepada pedagang sebesar Rp 3 juta untuk pembangunan pagar.
"Kami tidak melakukan pungli, kami hanya melakukan penagihan untuk pembayaran SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah). Jadi, saya tidak pernah melakukan pungutan liar," ujarnya.
Berbeda dengan pengakuan pedagang pasar Sentral Bulukumba, H Husain. Ia menyampaikan, jika apa yang disampaikan kepala pasar sentral itu tidak benar.
"Jangan ajari saya bohong pak, saya ini sudah tua, katakanlah yang sebenarnya," kata Husain.
Menurutnya saat itu dirinya diminta untuk membayar uang pembangunan pagar sebesar Rp3 juta. "Karena saya tidak memiliki uang sebesar Rp3 juta saat itu, maka saya diminta untuk dicicil sebesar Rp 300 ribu per bulan," jelasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
