Muh. Syakir : Selasa, 13 April 2021 07:45
Ilustrasi (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kemenkes RI merespons klaim pejabat China soal vaksin Sinovac yang tidak manjur melawan Corona. Kemenkes menyebut hasil uji klinis di RI, Sinovac memiliki tingkat efikasi cukup baik.

"Hasil uji klinis kita dapatkan angka pembentukan antibodi yang muncul efektif. Yakni 95-99 persen. Ini sangat baik," jelas juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, Senin (12/4/2021).

Karenanya China tengah mempertimbangkan untuk mengombinasi beberapa vaksin agar bisa lebih efektif. Hanya saja Kemenkes menilai langkah itu butuh penelitian dan uji klinis lanjutan.

Menurut Siti, vaksin yang ada saat ini tetap akan dilanjutkan. Sebab dari hasil yang didapat sejauh ini cukup efektif membendung laju infeksi.

"Pemerintah juga belum sampai ke sana (penghentian)," katanya.

Sebelumnya otoritas China mengakui vaksin Corona yang mereka kembangkan tak memiliki tingkat efikasi cukup. China masih akan meneliti lebih lanjut agar lebih efektif menciptakan kekebalan.

"Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki perlindungan yang sangat tinggi," kata Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, Gao Fu, dikutip dari Reuters.

China memproduksi empat jenis vaksin Corona dalam setahun terakhir. Ada dua jenis yang dipasok ke Indonesia yakni Sinovac dan Sinopharm.

Vaksin Corona yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech memiliki hasil efikasi sedikit di atas 50 persen dalam uji klinis yang dilakukan di Brasil. Di Indonesia, hasil efikasi vaksin Sinovac sebesar 64 persen dan Turki menyebut vaksin COVID-19 buatan Sinovac manjur 83 persen.

Sementara untuk Sinopharm, belum ada data efikasi yang rinci yang mereka rilis. Namun dua unit vaksin yang dikembangkan Sinopharm masing-masing memiliki tingkat kemanjuran 79,4 persen dan 72,5 persen berdasarkan hasil sementara.

"Data uji tingkat perlindungan vaksin global sama-sama tinggi dan rendah. Bagaimana meningkatkan tingkat perlindungan vaksin adalah masalah yang perlu dipertimbangkan oleh para ilmuwan global," kata Gao.