MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Basarnas Sulsel meminta pemilik moda transportasi atau pengguna radio ELT, EPURB dan PLB mendaftar ke Radio Beacon yang ke Basarnas. Hal itu bertujuan untuk mempermudah proses pencarian.
Karena, merealisasikan visi dan misi kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yaitu Meningkatkan dan menyatukan semua kemampuan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder terkait guna menjaga respon kecepatan maximum (golden hours) untuk meyakinkan keselamatan hidup tetap terjaga.
"Dengan teregistrasinya peralatan tersebut maka apabila terjadi kondisi darurat, akan segera diketahui, kapalnya siapa? Lokasinya dimana? Sehingga pelaksanaan pencarian bisa cepat dilakukan. Dalam hal ini yaitu Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas," tutur Kepala Kesyahbandaran Utama Makassar Ahmad Wahid saat membuka giat Sosialisasi Sistem Deteksi Dini di Ruang Rapat Kantor Basarnas Sulsel pada Kamis (8/4/2021).
Sementara itu menurut Anggit Mulyo Satoto selaku Kasubdit Penyiapan Dukungan Komunikasi dan Sertifikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menambahkan bahwa peralatan komunikasi darurat ini sangat penting terutama yang digunakan oleh pelayaran, karenanya bagi pemilik radio Beacon sekiranya dapat mendaftarkan peralatan tersebut kepada Basarnas.
"Pendaftaran peralatan komunikasi darurat ini sangat penting terutama untuk pelayaran, dan untuk mendaftarkan juga pihak Basarnas tidak akan memungut biaya," ujar Anggit.
Kota Makassar adalah kota ketiga yang telah diadakan sosialisasi sistem deteksi dini, selanjutnya akan dilaksanakan di seluruh kota se-Indonesia.
BERITA TERKAIT
-
Tiga Hari Dinyatakan Hilang di Kawasan CPI, Nelayan Kapal Terbalik Ditemukan Tak Bernyawa
-
Evakuasi Dramatis Awak Kapal China oleh Basarnas di Perairan Takalar
-
Kakek yang Hilang Saat Berenang di Pantai Makassar Ditemukan Meninggal
-
2 Remaja yang Hilang di Pantai Anging Mammiri Makassar Ditemukan Meninggal
-
Tiga Hari Menghilang, Basarnas Sulsel Temukan Dua Nelayan Asal Pangkep Selamat