Cerita Horor Detik-detik KM Bontoharu Diterjang Badai, Terdampar ke Pulau Terpencil
Kapal keluar jalur karena dihantam badai. Kapal terdampar hingga dekat Pulau Karupa.
SELAYAR, PEDOMANMEDIA - KM Bontoharu yang sempat hilang kontak beberapa jam, Jumat kemarin, akhirnya bersandar di Pelabuhan Pamatata, Selayar, Sabtu subuh (3/4/2021). Tim SAR mengonfirmasi, kapal yang membawa 337 penumpang itu hilang kontak setelah dihantam badai.
"Alhamdulillah....kami selamat," tulis salah seorang penumpang di akun Facebook beberapa saat setelah bersandar di pelabuhan.
"Semua penumpang selamat," tulisnya lagi.
KM Bontoharu dikabarkan telah kembali ke jalur usai dikabarkan hilang kontak dan melenceng 37 mil atau 36,6 Km dari jalurnya. Kapal ini berlabuh dari Pelabuhan Bira Bulukumba menuju Selayar, Jumat pagi pukul 9.30 Wita.
Dalam perjalanan, kapal dihantam badai hebat. Hingga harus keluar jalur. Lalu kapal dinyatakan hilang karena hilang kontak usai sistem AIS atau Automatic Identification System-nya terputus dan tidak menunjukkan posisi kapal.
Dikutip detikcom, Koordinator Lapangan Basarnas Selayar Febrianto Tri Setiawan
meluruskan informasi jika informasi yang menyebut kapal tersesat karena kerusakan mesin tidak tepat.
"Saya itu sudah kroscek langsung dari kaptennya tidak ada kerusakan. Bahkan bahan bakar melebihi, karena kemarin juga sudah pengisian full dan alhamdulillah memadai," jelasnya.
Menurut Febrianto, kapal tersesat atau keluar disebabkan oleh angin kencang. Kondisi itu sempat membuat kapal terpaksa mengurangi kecepatan.
"Menurut kaptennya sempat tanyakan itu ombak bisa tembus tapi angin yang tidak bisa mereka lawan. Kecepatan tidak menentu karena melihat kondisi angin, tidak dihentikan tapi gasnya (kecepatan) diundur tidak ada mesin mati tetap aktif semua," katanya.
"Gas (kecepatan) sempat diundur sedikit dari 9.0 knot turun ke 8.5 knot. Sempat berhenti di 7.2 knot," imbuhnya.
Febrianto menambahkan, kapten kapal juga sempat berupaya putar haluan. Namun hal itu urung dilakukan karena kecepatan angin.
"Jadi tadi mau paksa putar haluan tapi kapal bisa terbalik (kalau dilakukan). Kapten tetap mengikuti arah angin, kapten tidak memaksa untuk putar haluan karena sudah dicoba putar haluan," jelas Febrianto.
Akibatnya, kapal keluar jalur hingga dekat Pulau Karupa. Saat di dekat Pulau Karupa, angin kencang lantas mulai reda sehingga kapal bisa memulai perjalanan kembali dan berkomunikasi dengan otoritas Pelabuhan Pamatata, Selayar.
"Dan akhirnya ia ikuti arah angin sampai dekat Pulau Karupa. Saat di sana, alhamdulillah cuaca sempat reda, di situlah kaptennya manfaatkan untuk putar haluan sehingga bisa balik," jelasnya.
Komandan Pos Pelabuhan Bira Bulukumba, Andi Abidin saat dikonfirmasi awak media mengaku, cuaca buruk di perairan Kepulauan Selayar sebagai penyebab utama Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontoharu sempat hilang kontak, Jumat 2 April 2021. Kini kapal dan penumpang dalam kondisi aman dan telah bersandar di Pelabuhan Pamatata Selayar.
Dia menjelaskan, semua penumpang dalam keadaan selamat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Selayar.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
