Muh. Syakir : Jumat, 02 April 2021 11:50
Titik jalan yang mulai tergenang banjir.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Hujan lebat yang mengguyur dalam dua hari terakhir menyebabkan banjir mulai melanda sejumlah wilayah di Makassar. Beberapa titik di Biringkanaya dan Tamalanrea terancam terisolasi lagi.

Beberapa titik terparah di antaranya di pintu gerbang Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Ketinggian air di wilayah ini naik sejak pagi. Air mencapai 40 cm.

Akibatnya, terjadi kemacetan panjang di jalur poros BTP. Kemacetan juga terjadi di jalur Perintis Kemerdekaan hingga ke traffic light BTP.

Banjir juga mulai memutus dua akses di Tamalanrea-Biringkanaya. Yakni Jalan Paccerakkang. Ketinggian air di dua titik di Paccerakkang mencapai 70 cm. Kendaraan mulai sulit melintas. Jalur ini tergenang banjir sejak pagi tadi.

Di jalur menuju Perumahan Kodam 3 juga terisolasi. Ketinggian air mulai memuncak di permukiman itu hingga 40 cm. Namun warga belum mengungsi.

Di depan pintu 1 Kampus Unhas Tamalanrea, air mulai menggenangi jalan. Danau Unhas mulai meluap sejak pagi tadi. Kemacetan terjadi dari Kampus Stimik hingga pintu 2.

Beberapa titik banjir juga mulai terlihat. Di antaranya di Toddopuli. Pasar Toddopuli saat banjir awal Maret lalu dikepung air hingga ketinggian 50 cm. Begitu juga di sepanjang Jalan AP Pettarani banjir naik cukup tinggi. Kemacetan parah terjadi di kawasan Pettrarani setiap banjir melanda.

Di Tallo banjir dilaporkan menggenangi sejumlah permukiman. Di Bontoala, Kecamatan Makassar dan Manggala beberapa permukiman terancam terisolasi.

Akses sejumlah jalur penghubung di Tamalanrea dan Biringkanaya mulai terganggu sejak pagi tadi. Beberapa jalur utama tergenang hingga sulit dilalui kendaraan.

Perumahan Kodam 3 Kelurahan Katimbang, Biringkanaya, adalah titik paling diantisipasi. Ini adalah kawasan terparah di Makassar setiap kali banjir melanda.

Pada awal Maret lalu, Kodam 3 dilanda banjir satu meter lebih. Akses ke Kodam 3 terputus. Petugas melakukan upaya evakuasi.

Perumahan Kodam 3 menjadi langganan banjir sejak 5 tahun terakhir. Permukiman ini adalah titik terparah di wilayah timur Makassar.

Kodam adalah kantong pembuangan air yang jatuh dari Moncongloe. Akibat banjir Kodam 3, dampaknya juga meluas hingga ke BTP Blok AD hingga AC.

Di blok AD, akses menuju keluar juga terputus akibat banjir. Ketinggian air bisa mencapai 70 cm hingga sulit dilalui sepeda motor.

Sementara jalur alternatif menuju Paccerakkang juga terputus total karena air menggenangi jalan setinggi 1 meter.