Rabu, 31 Maret 2021 15:33

BPTPH Ingatkan Potensi Serangan 20.000 Tikus di Zhumpalabbu Bone

Kepala BPTPH IP3 OPT Wilayaj II Bone Sabran saat meninjau lahan pertanian di Bengo.
Kepala BPTPH IP3 OPT Wilayaj II Bone Sabran saat meninjau lahan pertanian di Bengo.

Salah satu upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan adalah dengan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

BONE, PEDOMANMEDIA - Petani di Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Bone diminita mengantisipasi serangan 20.000 ekor tikus. Kemunculan serangan puluhan ribu tikus ini memungkinkan jika petani tidak secara dini mengurangi populasi tikus di daerah yang dikenal dengan julukan Zhumpalabbu itu.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Unit Kerja Instalasi Peramalan, Pengamatan, dan Pengendalian (IP3) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Wilayah II Bone Sabran menjelaskan, potensi hama tikus akan kian berkembangbiak dengan cepat jika tidak ditangani secara cepat dan tepat oleh para petani.

Kata dia, salah satu upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan adalah dengan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Baca Juga

"Gerdal dilaksanakan agar OPT tidak menimbulkan kerusakan lebih luas. Bayangkan, sepasang tikus itu, jika dibiarkan, dalam setahun bisa berkembang biak menjadi lebih 1000 ekor. Kalau ada puluhan pasang tikus dibiarkan tidak dibasmi, maka dalam satahun tikus itu berkembang menjadi 10.000 atau 20.000-an tikus," jelas Sabran saat mendampingi petani dalam membasmi potensi puluhan ribu tikus di lahan pertani setempat, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, jika saat kegiatan Gerdal OPT ini mampu membasmi sepuluh pasang tikus, maka itu artinya membasmi potensi munculnya puluhan ribu ekor tikus dalam setahun kedepan. Olehnya itu, kata dia, kesadaran petani akan pentingnya Gerdal OPT penting ditanamkan secara dini dan digalakkan terus.

"Saat ini, mungkin kalau tikusnya tidak dibasmi, mungkin tanaman padi masih aman. Namun kedepan, jika terus dibiarkan, pasti akan menjadi masalah serius. Bisa gagal panen," terangnya.

"Olehnya itu petani diminta rutin kurangi tikus. Hingga saat ini, sudah ada puluhan tikus yang berhasil dibasmi dengan memakai bom asap, belerang," tambahnya.

Hal senada disampaikan THL Pengendali Orgnisme Pengganggu Tanaman (POPT) Suriati. Ia mengatakan, Gerdal OPT sangat penting digalakkan secara dini guna meningkatkan produktivitas petani.

"Kita harus bersama-sama antisipasi serangan hama tikus, agar tidak semakin luas merusak tanaman padi petani," ungkapnya.

Penulis : Abustan Abiy
Editor : Jusrianto
#Pemkab Bone #BPTPH Bone #Serangan Hama Tikus
Berikan Komentar Anda