MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sebuah surat wasiat bertulis tangan yang diduga milik L (26), pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, beredar luas. Surat wasiat itu berisi pesan L kepada ibu dan keluarga besarnya.
Foto surat yang beredar itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan sebagai milik L.
"Iya benar (milik L)," kata Zulpan, Selasa (30/3/2021).
Zulpan mengatakan, surat wasiat disita dalam penggerebekan di rumah kontrakan L di Jalan Tinumbu Lorong 132, Makassar, kemarin. Surat itu sudah diamankan bersama beberapa barang bukti lainnya.
Dalam surat itu L mengawali tulisannya dengan salam. Ia meminta maaf kepada ibunya, yang ia panggil dengan sebutan Ummy. Ia meminta maaf karena harus menempuh jalan ini (bom bunuh diri) demi meraih surga.
Lalu ia berpesan kepada ibunya agar tak meninggalkan salat. Ia juga mengingatkan sang ibu agar tidak lagi mengambil pinjaman di bank.
"Jangan maki lagi ambil uang di bank. Karena itu riba," tulis L.
Kemudian L juga menitipkan uang kepada ibunya sebanyak Rp2.350.000. Ia meminta ibunya agar memanfaatkan uang itu untuk melunasi utang-utangnya.
Lalu L juga menitip pesan kepada adiknya bernama Pitto. Ia minta Pitto menjaga Ummy dan tidak meninggalkan salat. L meminta Pitto tidak banyak bergaul di luar rumah.
Di akhir tulisannya, L meminta maaf kepada keluarga besarnya. Dan juga keluarga besar ayahnya. Ia lalu berpamitan dan menuliskan harapan agar bisa bertemu di surganya Allah dengan orang orang yang ia cintai.
BERITA TERKAIT
-
53 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri Katedral Makassar
-
1 Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati, Jaringan Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral
-
Top Sepekan: Bom Bunuh Diri Katedral Dirancang Sejak 6 Bulan, KPK Dalami PT Sabar Jaya
-
Wakil Ketua DPRD Tual Kunjungi Korban Bom Katedral Makassar: Jangan Ada Lagi
-
Ikut Terjaring Densus 88, 2 Terduga Teroris di Makassar Dipulangkan