Muh. Syakir : Selasa, 30 Maret 2021 07:37
Muh Amir

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Bulukumba sedang berbenah. Desa di timur yang menjadi tapal batas dua kabupaten ini diproyeksi menuju sentra ekonomi.

Ini tak lepas dari tangan dingin Kepala Desa Lolisang Muh Amir. Pria inovatif ini berperan besar membawa desanya lebih produktif.

"Pemimpin itu pelayan masyarakat. Sekaligus, berjuang untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Khususnya di bidang sosial ekonomi," kata Amir, Senin (29/3/2021).

Pria berkumis itu, punya niat mendalam untuk memajukan ekonomi masyarakat. Tentu di Desa Lolisang. Sebuah desa, yang menurutnya memiliki wilayah strategis.

"Saya sampaikan bahwa desa Lolisang agak berbeda dengan desa lain. Wilayahnya strategis. Berbatasan dengan dua kabupaten. Yakni Sinjai dan Selayar," kata Amir.

Dia mengaku salut kepada bupati dan wakil bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf - Andi Edy Manaf. Meski tergolong baru dilantik, keduanya langsung "action" bekerja nyata untuk masyarakat.

"Sangat tepat dengan tagline 'dikerja bukan dicerita'. Kita bisa lihat sekarang. Langsung bekerja nyata," katanya.

Kades yang pernah menjadi fungsionaris parpol itu, menaruh harapan besar kepada pemerintah kabupaten Bulukumba. Dia berharap, Desa Lolisang dirancang sebagai sentral perekonomian di bagian timur Bulukumba.

"Desa Lolisang punya potensi besar menjadi pusat perekonomian di timur Bulukumba. Wilayah yang komplet. Punya daerah pesisir. Juga pegunungan," kata Amir.

Apalagi rancangan saat ini, menurut Amir, di Desa Lolisang bakal dibangun pabrik ikan kaleng. Ia menilai, keberadaan pabrik, nantinya akan membuka lapangan kerja bagi warga Lolisang.

"Lokasi untuk pembangunan pabrik ikan kaleng sudah ada. Luasnya sekitar 1 Ha. Untuk anggarannya, diperkirakan sekitar Rp2 miliar," ujarnya.

"Kita juga berharap, agar ada pabrik pabrik es bagi nelayan. Selain itu, pasar modern. Bahkan rumah sakit penyangga tipe-C cocok di Lolisang," katanya.

Amir menambahkan, masyarakat desa Lolisang mayoritas adalah nelayan. Sebab itu, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga sangat penting. Meski statusnya sebagai TPI cadangan.

"Pelelangan ikan sekarang ada di Kassi, Kajang. Dan nelayan Lolisang membongkar ikan di sana. Inilah alasannya kita harap ada TPI cadangan. Apalagi proyek jembatan Sonra sudah selesai" jelasnya.

Jembatan itu, lanjutnya, menelan anggaran Rp26 miliar, dengan panjang sekira 80 meter. Selain itu, Amir mengungkap, masih ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang sudah selesai dan menelan anggaran besar.

"Perumahan nelayan 50 unit. Termasuk rumah jabatan kepala desa dan mes pemerintah desa. Menggunakan APBN Rp11 miliar," kata Amir.

"Ada juga Masjid Nurul Amin Lolisang, dengan total anggaran Rp5,8 miliar. Anggarannya dari APBN, APBD provinsi. Kemudian donatur-donatur yang tidak mengikat," tukasnya.

Amir membeberkan, sejak tahun 2017 hingga 2019, pihaknya menolak anggaran atau APBD Kabupaten. Di tahun tersebut, dia mampu menggaet APBN sebesar Rp45 miliar.