Jusrianto : Selasa, 23 Maret 2021 13:59
Bupati Wajo Amran Mahmud.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Tak terasa sudah 2 tahun kepemimpinan Bupati-Wabup Amran Mahmud-Amran di Bumi Lamaddukelleng Wajo. Beragam prestasi pun diraih, namun pekerjaan rumah (PR) juga menanti kedepannya.

Terhitung sejak dilantik pada 15 Februari 2019 lalu oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, pasangan yang mengusung tagline PAMMASE itu telah menorehkan berbagai prestasi.

Namun, di samping itu, PAMMASE masih memilik banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan kedepannya.

Setidaknya, dalam dua tahun, PAMMASE telah merubah wajah Kabupaten Wajo dalam memimpin pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bumi Lamaddukkeleng.

Amran Mahmud-Amran juga tak terlepas dari berbagai kekurangan dan ketidakmampuaannya, tentunya mendapat apresiasi dan pujian dari berbagai pihak atas prestasinya.

Pada tahun pertama, PAMMASE berhasil lolos dari devisit anggaran sebesar Rp67 Miliar melalui rasionalisasi anggaran dan transparansi anggaran pada setiap OPD dengan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Pada saat yang sama, berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana pada tahun 2018 hanya sebesar Rp134.000.960.836 menjadi Rp.142.128.537.381 pada 2019, artinya ada kenaikan sebesar Rp8.119.576.545.

Langka besar lainnya diawal kepemimpinan PAMMASE adalah menata birokrasi pemerintah daerah melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang struktur organisasi, dimana sebelum penerapan Perda Nomor 1 Tahun 2019 jumlah OPD sebanyak 32 OPD menjadi 27 OPD.

"Tujuaannya mengurangi anggaran rutin agar porsi anggaran untuk publik lebih besar serta mewujudkan layanan birokrasi yang miskin struktur tapi kaya fungsi," ungkap Bupati Wajo Amran Mahmud.

Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pada tahun pertama, capaian pembangunan infrastruktur mencapai 77,524 KM yang tersebar di sejumlah wilayah.

Untuk sektor kesehatan, berhasil menghadirkan layanan kegawat daruratan melalui layanan Oto Dottoro, pada tahun pertama terdapat 5 unit Oto Dottoro yang ditempatkan di sejumlah Puskesmas.

"Dan juga puluhan miliar asset daerah berupa gedung, tanah, dan kendaraan berhasil diselamatkan melalui penertiban aset yang pengelolaannya tidak sesuai aturan," jelasnya.