MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Solidaritas Merah Putih (DPW PSMP) Sulsel mengecam aksi demonstrasi yang digelar PSMP Pusat terkait Pemilihan Rektor UNM di Kemendiktisaintek, Selasa (27/10/2026). PSMP Sulsel menilai, aksi itu telah disusupi kepentingan tertentu.
"Kami sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP PSMP Pusat. Seharusnya sebelum melakukan aksi setidaknya menginformasikan dan mengkoordinasikannya kepada kami sebab apa yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut adalah ranah kasus yang kami kawal sampai akhir," ujar Koordinator Laskar Pemuda Solidaritas Merah Putih, Sofyan Ichal dalam keterangannya, Selasa siang.
Menurut Sofyan, PSMP Sulsel telah mengawal kasus UNM dengan melahirkan tuntutan agar pihak Kemendiktisaintek memberhentikan secara mutlak Rektor UNM (Karta Jayadi). Ia juga menuntut agar dilakukan percepatan Pilrek UNM.
"Dan sekiranya tuntutan kami dikabulkan maka kami berkomitmen untuk tidak lagi mencampuri Pilrek UNM. Sebab apa yang kami tuntut telah terpenuhi," jelas Sofyan.
Karena itu, Sofyan mengaku kecewa ketika PSMP Pusat justru melakukan aksi di Kemendiktisaintek dan menuntut agar Pilrek UNM dihentikan. Menurut Sofyan, aksi ini kontradiktif dengan semangat yang mereka bangun selama ini.
"Ini seperti membuat aksi tandingan yang bertolak belakangan dengan apa yang sudah kita perjuangkan selama ini," ucapnya.
Sofyan menduga, aksi ini tidak lagi murni. Aksi PSMP Pusat telah disusupi kepentingan.
" Di mana kami menilai bahwa gerakan tersebut justru mencerminkan adanya tersirat hal yang tendensius oleh pesanan pihak tertentu dalam mencapai tujuannya," tandas Sofyan.
Sofyan menngungkapkan, arah perjuangan PSMP Sulsel sangat jelas dari awal. DI mana pada waktu kasus-kasus UNM Makassar digulirkan, pihaknya sangat konsen pada tujuan. Yakni membersihkan UNM dari segala bentuk kebobrokan.
"Kami sangat konsen dengan tujuan kami. Lihat saja, kami gencar melakukan aksi dan pelaporan sampai ke tingkat pusat. Aksi unjuk rasa dan pelaporan tersebut dimulai dari pemilihan rektor sampai terpilihnya Karta Jayadi menjadi Rektor. Berselang beberapa lama kepemimpinan Karta Jayadi tersandung kasus dugaan korupsi Rp87 miliar atas Dana Revitalisasi UNM, lalu ada dugaan pelecehan seksual dan kasus pungli. Maka sekali lagi kami melakukan pergerakan untuk menyelamatkan institusi pendidikan dalam pusaran masalah tindak pidana korupsi dan asusila," jelasnya.
Namun tiba pada proses akhir pemilihan rektor UNM, tiba-tiba Ketua Umum DPP PSMP melakukan aksi di Kemendiktisaintek dan Mabes Polri. Ini kata Sofyan seakan mengucilkan keberadaan PSMP Sulsel.
"Ini yang bikin kami kecewa. Sehingga mau tidak mau kami pasti melakukan aksi mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum DPP PSMP, dan mulai saat ini saya beserta 30 anggota Laskar Pemuda Solidaritas Merah Putih akan mengundurkan diri dan siap menanggalkan seluruh atribut DPW PSMP Sulsel demi menjaga kredibiltas atas komitmen yang pernah kami bangun. Dan untuk pengunduran diri serta pengembalian atribut kami telah berkomunikasi dengan Ketua dan Sekretaris DPW PSMP SULSEL dan akan menyerahkannya besok jam 10.00 pagi," terang Sofyan.