Muh. Syakir : Sabtu, 24 Oktober 2026 16:52

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia resmi memangkas volume ekspor gas ke Singapura mulai hari ini, Sabtu (24/10/2026). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, pengurangan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni Natuna dan Sumatera.

"Mulai besok (Sabtu 24/10), kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD," ujar Djoko, Sabtu (24/10/2026).

Djoko menyebut kebijakan pengurangan ekspor gas tersebut hanya berlaku untuk Singapura. Menurutnya, pipa gas dari dua wilayah tersebut hanya tergubung ke Singapura.

"Nggak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura aja," terang Djoko.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi setop ekspor gas ke negara tetangga. Langkah ini menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait mode bertahan alias survival mode.

Bahlil menegaskan, setiap kementerian harus mampu membaca arahan tersebut ke dalam implementasi programnya. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya bertahan.

"Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival," ujar Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Bahlil pun membuka opsi untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga. Langkah tersebut berkaitan dengan mode survival untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

"Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," tegas Bahlil yang juga Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi.

BERITA TERKAIT