JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terbaru mengenai elektabilitas calon presiden 2029. Hasilnya, Prabowo Subianto kalah telak dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Berdasarkan temuan survei yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhasil menempati posisi teratas dengan raihan dukungan sebesar 35,5 persen. Posisi berikutnya diisi oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 10,3 persen dan Presiden petahana Prabowo Subianto sebesar 9,8 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa survei ini mengukur kekuatan elektoral tokoh-tokoh politik nasional.
"Temuan survei ini tentang elektabilitas, ya, elektabilitas calon-calon presiden, terutama tentang kekuatan elektoral Presiden Prabowo sebagai petahana," ujar Deni Irvani dalam paparannya secara daring, Sabtu (17/10/2026).
Deni memaparkan bahwa metode survei dilakukan dengan memberikan daftar 24 nama tokoh calon presiden, di mana responden juga diberikan kebebasan untuk menyebutkan nama tokoh lain di luar daftar tersebut.
"Dari pertanyaan semi-terbuka tentang siapa yang akan Ibu atau Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut, kita memperoleh respon, ada 35,5% yang memilih Dedi Mulyadi. Itu yang paling tinggi, ya," ungkap Deni.
Ia menambahkan bahwa persaingan di papan tengah relatif berimbang antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh 8,4 persen.
"Setelah Dedi Mulyadi, ada Anies Baswedan, nah, 10,3%. Jadi, Dedi dengan Anies itu signifikan bedanya, ya, 25% selisihnya. Kemudian setelah itu ada Prabowo Subianto, 9,8%. Jadi ini imbang, ya," kata dia.
"Dari sisi dari pertanyaan semi-terbuka ini, Anies dengan Prabowo imbang, juga diimbangi oleh Gibran, ya, sebagai sekarang posisinya wakil presiden, 8,4%. Jadi tiga tokoh itu selisihnya sangat kecil. Bisa dikatakan Gibran dan Anies mengimbangi Prabowo," tambahnya.
Selain keempat nama di atas, survei SMRC mencatat nama Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo yang sama-sama mengantongi dukungan sebesar 5,0 persen.
Diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono 2,1%, Sherly Tjoanda Laos 1,8%, Mahfud MD 1,7%, Kaesang Pangarep 1,2%, dan Pramono Anung Wibowo 1,0%. Sejumlah tokoh lain mencatatkan elektabilitas di bawah 1 persen.
"Selanjutnya juga ada sejumlah nama yang signifikan, ya, 5% untuk Purbaya Yudhi. Kemudian Ganjar Pranowo 5%, ya. Di bawah itu ada sejumlah tokoh-tokoh lain di bawah 3%," tutur Deni.
Adapun jumlah responden yang menyatakan belum tahu atau tidak menjawab (massa mengambang) berada di angka 13,9 persen.
Untuk diketahui, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Populasi dibagi menjadi dua kelompok (subpopulasi). Pada subpopulasi pemilik handphone, sampel sebanyak 1013 orang dipilih secara acak dengan metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon.
Sementara pada subpopulasi yang tidak punya handphone, sampel sebanyak 200 orang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dan responden diwawancara secara tatap muka. Total sampel yang diwawancara sebanyak 1213 responden.
BERITA TERKAIT
-
PAN Buka-bukaan Dukung Prabowo di Pilpres 2029
-
Survei IPO: Prabowo Hanya Unggul Tipis dari Dedi Mulyadi
-
Survei Poltracking: Elektabilitas Prabowo tak Tertandingi, KDM Geser Anies
-
PDIP Sindir PAN Dukung Prabowo 2 Periode: Hanya Sibuk Bicara Kekuasaan
-
Prabowo Lantik 25 Pejabat, Termasuk Gubernur-Wagub Papua dan 2 Wamen