Selasa, 13 Oktober 2026 20:50

2 Anggota KKB Pembunuh Warga Makassar Ditangkap, 1 Tewas Ditembak

2 Anggota KKB Pembunuh Warga Makassar Ditangkap, 1 Tewas Ditembak

Dalam penindakan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 12 buah anak panah, 15 batang bambu, 4 buah parang, 1 buah katapel.

YAHUKIMO, PEDOMANMEDIA - Aparat gabungan menangkap dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang merupakan pelaku pembunuhan warga Makassar di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Satu orang ditembak mati.

Kedua pelaku yakni berinisial AD alias YH dan EH alias E ditangkap polisi di Yahukimo, Papua Pegunungan. Satu pelaku berinisial E tewas ditembak karena melakukan perlawanan.

"Personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo berhasil mengamankan AD alias YH dan EH, anggota KKB Kodap XVI Batalyon Yamue pimpinan Kopitua Heluka. EH tewas ditembak polisi," kata Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga

Keduanya ditangkap di Jalan Seradala, Kabupaten Yahukimo pada Selasa (13/10/2026) pukul 05.31 WIT. Keduanya terlibat dalam pembunuhan warga sipil asal Makassar berinisial A (46).

Yusuf mengatakan pengamanan keduanya merupakan bagian dari perkembangan penanganan kasus pembunuhan. Korban dibunuh pada saat hendak membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk di kawasan Ruko Blok B, Distrik Dekai.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk pada bagian punggung belakang yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia. Keduanya diamankan petugas dengan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku," bebernya.

Yusuf mengatakan, karena pelaku melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap, keduanya berhasil dilumpuhkan dengan cara memberikan tindakan tegas dan terukur. Akibat kejadian tersebut, EH dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

"Jenazah EH telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, AD alias YH berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Ia menegaskan EH juga merupakan DPO yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap korban atas nama Yonathan Arruan dan Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

"Sementara AD alias YH diduga terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap seorang pendulang bernama Saharuddin di area Kali Momo pada 5 April 2025, sebagaimana tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/31/IV/2023/Papua/Res Yahukimo tertanggal 10 April 2025," bebernya.

Selain mengamankan kedua DPO tersebut, petugas turut mengamankan empat orang lainnya, yakni TW (38), EH (21), BH (17), dan PG. (21). Saat ini, keempat orang ini sedang didalami perannya masing-masing apakah terkait dengan tindak kekerasan yang selama ini terjadi di Kabupaten Yahukimo.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya narasi yang disebarkan oleh KKB yang mengklaim bahwa korban dari kalangan masyarakat sipil merupakan intelijen TNI-Polri," tegasnya.

Dalam penindakan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 12 buah anak panah, 15 batang bambu, 4 buah parang, 1 buah katapel, 1 buah kalung bermotif Bintang Kejora, 1 buah pisau, 1 buah tas noken, serta 5 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Seluruh barang bukti diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kasus kekerasan di wilayah Yahukimo. Ia memastikan bahwa setiap perkembangan perkara akan ditindaklanjuti melalui proses hukum yang profesional dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami. Pengamanan dua orang yang diduga terkait dengan kasus ini merupakan bagian dari upaya mengungkap peristiwa yang terjadi. Kami memastikan proses penyelidikan dan penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, objektif, serta berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Yahukimo," ujarnya.

Diketahui, pria inisial A (46) tewas dibacok di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, Yahukimo pada Minggu (11/10) sekitar pukul 18.15 WIT. Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu dibacok saat sedang menurunkan muatan sembako di sebuah ruko.

 

Editor : Muh. Syakir
#KKB Papua
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer