Kamis, 11 Maret 2021 08:39

Bermuatan "Harta Karun", 10.000 Kapal Tenggelam akan Diangkat dari Laut RI

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Kapal yang menjadi prioritas adalah yang memiliki sejarah. Baik dari sisi muatannya maupun histori tenggelamnya.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah akan mengangkat ribuan potensi "harta karun" dari kapal yang karam di dasar lautan Indonesia. Sedikitnya ada 10.000 lebih kapal karam yang diduga menyimpan benda-benda bernilai triliunan.

Hanya saja, upaya pengangkatan "harta karun" itu membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai. Pemerintah berencana membuka diri kepada investor asing untuk turut andil.

"Ada 10.000 titik kapal tenggelam sudah kita deteksi di dasar laut. Ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Soal potensi "harta karun" ada yang bernilai komersil ada tidak," ujar Deputi Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenkomarves Safri Burhanuddin, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga

Safri mengatakan, dari 10.000 titik kapal tenggelam, ada begitu banyak yang dideteksi menyimpan muatan benda benda berharga. Beberapa titik sudah ditetapkan menjadi prioritas untuk diangkat segera dari dasar laut.

Dijelaskan Safri, kapal yang menjadi prioritas adalah yang memiliki sejarah. Baik dari sisi muatannya maupun histori peristiwa tenggelamnya. Rata rata kapal prioritas itu yang tenggelam selama 50 tahun lebih.

Disebutkan, ada bahkan kapal yang tenggelam sejak abad ke-17 dan 19 yang diduga menyimpan banyak potensi "harta karun". Namun diakui Safri keterbatasan potensi membuat rencana ini berat jika tanpa pelibatan pihak asing.

Kata dia, sudah ada pihak yang mengonfirmasi siap ikut dalam upaya pengangkatsn bangkai kapal. Bicara soal berharga atau tidak harta karun yang ada di kapal menurutnya hal itu sangat tidak bisa diukur.

Untuk mengukur berharga atau tidak, bisa dilihat dari cerita sejarahnya, promosi barangnya, hingga bentuk barangnya.

"Ya biasanya kan kalau punya histori tenggelamnya itu meskipum misalnya tidak ada emas di sana tetap saja mahal. Karena historinya. Karena biasanya yang ikut dalam pengangkatan itu adalah kolektor seni," jelas Safri.

Adapun pelibatan pihak asing akan diatur pembagiannya. Pemerintah akan mendapatkan setengah dari "harta karun" itu. Dan setengahnya menjadi bagian pihak yang mengangkat. Bisa saja mereka menerima royalti jika yang diangkat adalah benda seni.

Di mana saja kapal kapal bermuatan "harta karun" itu berada? Kata Safri hampir di seluruh perairan Indonesia. Namun diprioritaskan titik yang punya sejarah dan dideteksi punya benda berharga.

 

Editor : Muh. Syakir
#Harta Karun #Kapal Tenggelam #Laut Indonesia
Berikan Komentar Anda