Muh. Syakir : Jumat, 09 Oktober 2026 13:38

TORUT, PEDOMANMEDIA — Ketika anaknya mengalami sesak napas, Rahmawati (38) segera mencari pertolongan medis. Tinggal di Madandan, Kabupaten Tana Toraja, yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan rujukan, tidak menghalangi langkahnya untuk memastikan putrinya mendapatkan penanganan.

Ia membawa Amelia Okta Kirana Tison (10) ke fasilitas kesehatan hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao. Rahmawati ditemui saat mendampingi Amelia menjalani kontrol kedua di Rumah Sakit Elim Rantepao pada Senin (14/9). Kontrol tersebut dilakukan setelah Amelia sebelumnya mendapatkan perawatan akibat asma.

“Waktu itu anak saya sesak napas di rumah dan suaranya sudah mengi. Saya langsung membawanya ke Puskesmas Madandan. Setelah diperiksa, ternyata dia menderita asma. Dari situ, dia dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao untuk mendapatkan terapi uap,” ujar Rahmawati.

Sekitar dua minggu sebelum kunjungan tersebut, Amelia juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan terapi uap. Kali ini, Rahmawati kembali mendampingi putrinya untuk menjalani kontrol kedua.

Dalam mendampingi proses pengobatan anaknya, Rahmawati merasa terbantu dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Amelia merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Menurut Rahmawati, kepesertaan JKN sangat membantu karena selama anaknya menjalani pengobatan, ia tidak perlu mengeluarkan biaya.

“Saya bersyukur karena seluruh proses pengobatan anak saya telah dijamin BPJS Kesehatan. Hal ini memberikan kelegaan bagi saya. Kalau bukan karena JKN, saya tentu akan bingung dengan biaya yang harus dikeluarkan, mengingat pengobatan untuk anak saya memerlukan pengobatan jangka panjang,” ungkapnya.

Tak hanya dari segi pembiayaan, Rahmawati juga mengapresiasi kemudahan layanan yang disediakan BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Terlebih, jarak tempat tinggalnya di Madandan dengan fasilitas kesehatan rujukan cukup jauh. Ia memanfaatkan fitur antrean online pada aplikasi tersebut.

“Setiap mau berobat itu pasti saya gunakan antrean online di Aplikasi Mobile JKN. Jarak dari rumah ke rumah sakit kan lumayan jauh, jadi saya manfaatkan aplikasi ini. Saya cukup ambil antrean dari rumah dan datang sesuai jadwal antrean, jadi tidak perlu menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Pemanfaatan layanan digital tersebut menjadi salah satu cara Rahmawati mengakses layanan JKN. Bagi dirinya, kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan menjadi hal yang berarti, terutama ketika harus mendampingi anak menjalani pemeriksaan dan kontrol.

Rahmawati juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan kepesertaan JKN yang diterimanya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. Saya sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya JKN. Sekarang kalau anak perlu kontrol, saya tak perlu keluarkan biaya untuk pengobatannya. Jadi lebih mudah dan saya bisa fokus mendampingi anak,” tutup Rahmawati.