Wabah Ebola di Kongo Sudah Tewaskan 4.018 Orang
Wabah tersebut menjadi yang terbesar dan paling mematikan di Kongo setelah melampaui epidemi tahun 2018-2020.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Jumlah kematian akibat wabah Ebola di Kongo telah tercatat lebih dari 4.000 jiwa. Pihak berwenang setempat tengah berjuang untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan setempat pada Kamis (1/10/2026), sebanyak 4.018 orang telah meninggal dunia dari total 8.300 kasus yang dikonfirmasi dalam wabah Ebola.
Dikutip dari laman Reuters, lebih dari 2.000 pasien telah pulih dari penyakit tersebut. Wabah yang diumumkan Kongo pada 15 Mei ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo yang langka dan belum memiliki pengobatan atau vaksin yang diketahui.
Wabah tersebut menjadi yang terbesar dan paling mematikan di Kongo setelah melampaui epidemi tahun 2018-2020.
Pemerintah Kongo dan PBB mengatakan, pada bulan lalu ada tanda-tanda bahwa penularan melambat di beberapa bagian Provinsi Ituri, tempat wabah dimulai. Namun, wabah terus menyebar dengan cepat di seluruh Kongo Timur, termasuk di Kivu Utara, yang menyumbang 40 persen dari kasus baru yang dikonfirmasi sejak akhir Agustus.
"Ini seperti memadamkan kebakaran hutan," kata Stephanie Hoffman, koordinator MSF (Médecins Sans Frontières) di Butembo. Dikutip dari laman Doctors Without Borders, staf MSF adalah para ahli terkemuka dalam menangani dan mengendalikan Ebola.
"Beberapa wabah berkembang secara bersamaan, dengan intensitas yang berbeda-beda dan di lokasi yang berbeda," tambahnya.
Provinsi Ubangi Selatan yang terletak di barat laut negara itu menjadi provinsi ketujuh yang melaporkan adanya wabah pada bulan lalu, setelah seorang pria yang melakukan perjalanan dari Kongo Timur meninggal karena virus tersebut. Setidaknya 50 petugas kesehatan telah meninggal dunia setelah tertular virus Ebola ini.
