TORUT, PEDOMANMEDIA - Polres Toraja Utara dinilai melakukan pembiaran terhadap dugaan praktik perjudian di arena adu kerbau yang kembali marak di Toraja Utara. Judi adu kerbau sempat diprotes keras Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) karena dianggap merusak moral dan mengandung unsur judi serta asusila.
Pantauan di lapangan, arena adu kerbau di To'batu, Lembang Tondon, Kecamatan Tondon, justru kembali digelar secara terang-terangan pada 2-4 Oktober 2026. Bahkan, di hari ketiga, dikabarkan akan diturunkan kerbau-kerbau petarung hebat dengan taruhan besar.
Edwin (45), salah seorang penggemar adu kerbau yang ikut menyaksikan di lokasi, mengatakan bahwa partai puncak memang sengaja disimpan di hari terakhir.
"Di hari ke-3 partai besar. Rata-rata taruhannya besar. Caranya kerbau yang akan bertarung sudah ada pasangannya semua. Taruhannya pun sudah diatur," ungkap Edwin di lokasi arena, Kamis (2/10/2026).
Pernyataan Edwin tersebut menguatkan dugaan bahwa adu kerbau tersebut bukan sekadar budaya, melainkan sudah menjadi arena judi terorganisir.
Sebelumnya di lokasi yang sama, belasan kandang kerbau petarung beratap terpal plastik warna-warni atau _panggala pasang_ telah berdiri. Para pemiliknya sudah menginap berhari-hari, yang sebelumnya juga disorot PPGT karena diduga rawan menjadi tempat asusila.
Warga pun mempertanyakan sikap kepolisian yang terkesan tutup mata.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rahmat Sudrajat belum memberikan keterangan resmi.
BERITA TERKAIT
-
Arena Judi Adu Kerbau Marak Lagi di Toraja Utara, Polisi Diminta tak Tutup Mata
-
Usai Didemo PPGT, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Judi Adu Kerbau di Toraja Utara
-
Terlibat Judi Adu Kerbau, 6 Pria di Toraja Utara Ditangkap
-
Beli Sabu Via Instagram, Pria di Toraja Utara Diciduk Polisi
-
Panen Raya di Sopai, Polres Torut Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan