JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo optimistis, polisi wanita (Polwan) memiliki potensi untuk melangkah lebih maju di masa depan. Ia pun menyebut, suatu saat nanti Polri akan dipimpin perempuan.
Hal tersebut disampaikan Listyo saat ajang The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/9).
"Harapan kami dengan kegiatan saat ini, kemampuan polwan terus bisa meningkat dan kita bisa terus bersaing. Kita selalu membuka ruang dan kesempatan kepada polwan untuk berkarier sampai di level tertinggi," kata Listyo ketika sesi konferensi pers saat IAWP Annual Training Conference 2026.
Listyo mencontohkan beberapa negara yang telah menempatkan perempuan pada posisi puncak dari kepolisian, misalnya Australia, Belanda, dan Barbados.
Dengan terisinya pucuk kepemimpinan 3 negara tersebut oleh wanita, Listyo berharap polwan Indonesia memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan mencapai pucuk kepemimpinan di Polri.
"Di Australia sudah ada kepala polisi wanita, di Belanda juga sudah ada. Dan harapan kita beberapa puluh tahun ke depan, Indonesia juga akan ada kesempatan untuk dipimpin seorang kepala polisi wanita," ucapnya.
Listyo menjelaskan, perjalanan polwan di Indonesia telah berlangsung sejak tahun 1948. Hingga saat ini, terdapat 29 ribu personel polwan atau 6,2 persen dari 450 ribu personel Polri.
Namun, tantangan kesetaraan gender masih besar. Dalam Global Gender Gap Report 2025, disebutkan bahwa dunia masih membutuhkan sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender sepenuhnya.
Listyo menyebut, perkembangan polwan di Indonesia diwujudkan melalui HeForShe Award yang diberikan setiap tahun kepada personel polwan berprestasi. Kapolri telah menerima HeForShe Award dari IAWP pada tahun 2023.
Dalam ajang IAWP Annual Training Conference tahun ini, tema yang diangkat adalah "Woman Leading Global Change". Listyo menyebut, tema tersebut menegaskan pentingnya partisipasi dan kepemimpinan perempuan di berbagai bidang.
"Perempuan tidak hanya bagian dari perubahan, tetapi juga bisa memimpinnya," kata Listyo.
Terdapat 450 peserta dari 43 negara yang mengikuti konferensi. Jumlah peserta terbesar adalah dari Indonesia sebanyak 164 peserta, disusul Tanzania sebanyak 48 peserta dan Kanada sebanyak 36 peserta.
Dengan ajang tersebut, Listyo berharap polwan dari berbagai negara dapat terus memperkuat kapasitas dan jejaring, sekaligus mengambil peran dalam menghadirkan perubahan meskipun berasal dari negara dengan pengalaman dan latar belakang yang berbeda.
"Teruslah berupaya meraih keunggulan, perkuat kemampuan Anda, dan persiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan," ucapnya.
BERITA TERKAIT
-
Polri Ungkap Kasus Narkoba 2026: Sita 3,1 Ton Sabu-4,1 Ton Ganja, Nilainya Rp10 T
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
Anggota Brimob Penganiaya Siswa SMP Hingga Tewas di Maluku Dipecat
-
Kapolri: Saya tidak Ragu Pecat Anggota Terlibat Narkoba
-
Kapolri Jenderal Sigit Perintahkan Seluruh Anggota Polri Jalani Tes Urine!