TATOR, PEDOMANMEDIA– Sekitar 150 siswa SMPN 1 Tana Toraja dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program SPPG. Buntut kejadian itu, Louce Cristiana Mangontan, selaku pengelola SPPG 1 Pantan Makale, Tana Toraja, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Louce dalam Konferensi Pers di Cafe Orion, Tetebassi, Mandetek, Selasa (15/9/2026).
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tana Toraja, kepada pemerintah daerah, kepada sekolah-sekolah, terutama kepada siswa yang terdampak, dan kepada orang tua siswa,” ucap Louce Cristiana.
Louce juga menegaskan bahwa peristiwa keracunan tersebut merupakan kecelakaan dan tidak disengaja.
“Peristiwa ini murni tidak disengaja. Ini kecelakaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Louce menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
“Kami menunggu petunjuk dari Badan Gizi Nasional,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih mendesak agar peristiwa keracunan ini diusut tuntas dan tidak terulang kembali. Pihak terkait diharapkan segera memberikan kejelasan terkait penanganan korban dan evaluasi program SPPG di Tana Toraja.
TAG
BERITA TERKAIT
-
MBG di SMPN 1 Tana Toraja Disetop Buntut 141 Siswa Diduga Keracunan
-
Camat se-Kuningan Dilibatkan Awasi MBG, Diminta Tindak Tegas Pelanggaran
-
PMII Sulbar: Pergantian Kepemimpinan di BGN Harus jadi Momen Evaluasi Menyeluruh
-
Dukung Tata Kelola Ekspor SDA, Ambar Optimistis APBN Amankan Program MBG
-
Prabowo: MBG Sudah Dirasakan Manfaatnya, tak Akan Dihentikan