Muh. Syakir : Minggu, 13 September 2026 13:32

WAJO, PEDOMANMEDIA - Sebagai upaya pihak Perum Bulog Kabupaten Wajo menjaga stabilitas harga pangan, telah dibentuk sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK). Ada sekitar 58 outlet RPK yang aktif dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Pimpinan Cabang Bulog Sengkang Kabupaten Wajo, Farid Nur mengatakan, saat ini di Wajo terdapat 58 outlet RPK yang aktif dan telah terjangkau di 5 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada. Rinciannya, Kecamatan Tempe sebanyak 45 RPK, Belawa 1 RPK, Keera 6 RPK, Majauleng 2 RPK dan Tanasitolo 4 RPK.

"Outlet RPK yang aktif beroperasi untuk melayani kebutuhan pangan warga sekitar dan menjaga stabilitas harga," tuturnya.

Disinggung soal jumlah jatah pasokan pangan untuk masing masing RPK tersebut, Farid mengatakan kalau untuk jatah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke RPK saat ini 1 ton untuk 1 minggu. Namun jika sudah ada dropping karung SPHP dari Surabaya, maka RPK akan diberi beras SPHP sebanyak 2 ton setiap minggunya.

"Begitu pula dengan minyak goreng. Namun fokus kami saat ini kami utamakan dulu melayani RPK yang beroperasi di dalam pasar pencatatan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP)," jelasnya.

Ia menyebutkan, tujuan utama kehadiran RPK yakni mendekatkan pelayanan dan menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen. Ini sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

"Menjaga agar harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan terigu tetap stabil dan terjangkau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," papar Farid.

Selanjutnya untuk kemudahan akses. Mendekatkan akses pangan sehat dan murah langsung ke lingkungan pemukiman masyarakat.

"Dan terakhir yakni untuk pengendalian Inflasi. Menjadi instrumen pemerintah untuk menekan laju inflasi daerah, terutama saat terjadi lonjakan harga pangan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal," tutupnya.