Jalan Nasional Mirip Empang di Bone Akhirnya Diperbaiki
Kepala Dinas PUPR Bone Askar yang dikonfirmasi terkait hal tersebut menyebut jalan poros berstatus jalan nasional itu dikerjakan pemerintah pusat. Ia mengaku belum mengetahui secara detail berapa panjang jalan yang akan diperbaiki.
BONE, PEDOMANMEDIA - Jalan poros yang menghubungkan sejumlah desa atau kecamatan bahkan antar Kabupaten Bone-Soppeng tengah dalam proses pengaspalan. Sebelumnya, jalan yang mirip empang itu hanya sering difoto dan diukur saja oleh petugas pengerjaan jalan.
Pantauan PEDOMANMEDIA pada Selasa (9/3/2021) tampak puluhan pekerja jalan melakukan proses pengerjaan bagian jalan tersebut. Sejumlah alat berat juga tampak beroperasi di area perbaikan jalan itu. Selain itu material pembangunan untuk perbaikan pinggir jalan juga terpantau sudah dijejer di tepi jalan.
Kepala Dinas PUPR Bone Askar yang dikonfirmasi terkait hal tersebut menyebut jalan poros berstatus jalan nasional itu dikerjakan pemerintah pusat. Ia mengaku belum mengetahui secara detail berapa panjang jalan yang akan diperbaiki.
"Belum ada info secara detail (terkait panjang jalan yang akan diperbaiki total)," ungkapnya.
Informasi dihimpun, jalan poros dari Koppe Kecamatan Bengo, melintas di Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng hingga Kecamatan Amali ini akan diaspal full dan pelebaran sepanjang 4 KM. Selain itu, sepanjang 5 KM aspal satu lapis dengan lebar yang sama dan tambahan di bagian tengah 2 KM.
Diberitakan sebelumnya, jalan poros yang menghubungkan sejumlah desa atau kecamatan bahkan antar Kabupaten Bone-Soppeng, tepatnya di sepanjang jalan Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone mengalami kerusakan parah mirip empang.
Pasalnya, puluhan tahun terkesan dibiarkan rusak parah. Akibatnya aspal terus mengelupas, tanah dan batu-batu berserak, serta sejumlah lubang besar menganga mirip empang yang membahayakan warga pengguna jalan.
Salah satu warga setempat yang enggan dimediakan namanya mengatakan, kerusakan jalan di sepanjang jalan di desa tempat tinggalnya diperkirakan sudah mencapai kurang lebih 92 persen tingkat kerusakan.
Mirisnya, kata dia, jalan poros yang sudah berkali-kali difoto, dipatok dan diukur oleh petugas jalan itu, hingga saat ini tak kunjung mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.
“Sering difoto dan dipatok saja tidak dikerja. Akibatnya, ya makin parah rusaknya. Kalau hujan kaya empang dan saat musim kemarau berdebu. Menggangu pengendara dan berbahaya, berpotensi laka lantas,” ungkapnya.
